Gara-Gara Kegemukan, Koki Ini Terancam Dideportasi

KBR68H- Albert Buitenhuis,koki asal Afrika Selatan terancam dideportasi dari Selandia Baru karena dianggap kegemukan. Buitenhuis yang kemudian mengajukan banding, akhirnya mendapatkan penangguhan selama 23 bulan. Namun, dia tidak akan mendapatkan asuransi

INTERNASIONAL

Selasa, 10 Sep 2013 11:41 WIB

Author

Suryawijayanti

Gara-Gara Kegemukan, Koki Ini Terancam Dideportasi

obesitas, koki, selandia baru

KBR68H- Albert Buitenhuis,koki asal Afrika Selatan terancam dideportasi dari Selandia Baru karena dianggap kegemukan. Buitenhuis yang kemudian mengajukan banding, akhirnya mendapatkan penangguhan selama 23 bulan. Namun, dia tidak akan mendapatkan asuransi kesehatan yang didanai publik.
 
Buitenhuis - yang memiliki berat 130 kilogram - mengajukan banding ke Kementerian Imigrasi dua bulan lalu ketika aplikasi perpanjangan visa kerja ditolak karena obesitas. Ketika Buitenhuis dan istrinya Marthie pindah dari Afrika Selatan ke kota Christchurch enam tahun lalu berat badannya bertambah 30 kilogram. Saat ini berat badannya mencapai 160 kg.

Buitenhuis yang menulis kisahnya dalam sebuah blog berjudul The Too Fat Chef atau Juru Masak Yang Terlalu Gemuk mengatakan keputusan pemerintah Selandia Baru itu merupakan kebijakan yang "masam".

"Tentu saja, kami sangat senang dan lega karena bisa tetap tinggal. Tapi pada saat yang sama  kami lebih suka semua ini terjadi. Ini adalah masa yang sulit bagi kami,"ujarnya.

" Kami benar-benar mulai dari awal lagi. Kami telah kehilangan ribuan dolar untuk mengatasi masalah ini dan kami tidak tahu di mana akan hidup karena rumah kami hilang. Saya senang ini telah usai tapi saya masih takut akan masa depan kami,"tambahnya.

Seorang juru bicara Imigrasi Selandia Baru mengatakan perpanjangan visa Buitenhuis ditolak karena obesitas membuatnya berisiko komplikasi termasuk diabetes , hipertensi , penyakit jantung dan kesulitan tidur.

"Sangat penting bahwa semua migran memiliki standar yang dapat diterima kesehatan untuk meminimalkan biaya dan tuntutan pelayanan kesehatan di Selandia Baru, "katanya Selandia Baru merupakan salah satu negara dengan angka obesitas tertinggi di dunia yang berada di peringkat ketiga, di belakang  Amerika Serikat dan Meksiko. (news.com.au)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme