Share This

Facebook Melarang Akun Militer Myanmar Atas Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Facebook blokir akun Jenderal Senior Min Aug Hlaing, panglima tertinggi angkatan militer bersenjata,

INTERNASIONAL

Senin, 27 Agus 2018 18:37 WIB

Facebook menindak akun pimpinan militer Myanmar, karena akun sosial medianya teridentifikasi berkontribusi kepada ketegangan dan kekerasan berbasis etnis.

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut mengatakan, mereka telah memblokir akun Jenderal Senior Min Aug Hlaing,  panglima tertinggi angkatan militer bersenjata, dan pemilik televisi jaringan militer bernama Myawady.

Sebanyak 18 akun Facebook, 52 akun Instagram telah dibersihkan, setelah perusahaan menemukan bahwa banyak individu dan organisasi yang berkomitmen atau kemungkinan menggunakan akun tersebut dalam tindakan pelanggaran HAM yang serius di Myanmar.

30 juta orang Myanmar dari total populasi 50 juta, menggunakan media sosial Facebook. Jumlah tersebut membuat penyebaran jaringan siaran informasi sangat efektif. Namun dengan jangkauan yang luas tersebut, muncul potensi penyalahgunaan seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Facebook mengambil tindakan ini,  berkat laporan investigasi dari Reuters yang menemukan 1.000 postingan, komentar dan gambar yang menyerang etnis Rohingya dan para pemeluk agama muslim lainnya dalam media sosial Facebook. Perilaku seperti ini, tentu saja dilarang di Facebook, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman dan kerusuhan.  

Meskip demikian, efek Facebook di Myanmar masih jauh dibandingkan oleh Amerika. Sebuah laporan dari PBB pada Maret lalu, seperti dilansir dari TechCrunch mengatakan Facebook telah memainkan peran yang menentukan dalam krisis Myanmar. Situasi di negara ini sangat parah sehingga diperkirakan 700.000 pengungsi Muslim Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. Ini menyusul tindakan keras pemerintah Myanmar yang dimulai pada Agustus. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson telah menyebut tindakan itu sebagai pembersihan etnis.

 

Sumber: https://techcrunch.com/2018/08/27/facebook-bans-myanmar-military-acco

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.