Share This

Nigeria Bikin Komite Anti Korupsi

Tujuh anggota Komite Panasehat Anti-Korupsi itu sebagin besar berasal dari akademisi.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 11 Agus 2015 08:30 WIB

ilustrasi (Antara)

KBR - Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menunjuk sebuah komite untuk menjadi penasehat mengatasi korupsi dan reformasi sistem hukum. Tujuh anggota Komite Penasehat Anti-Korupsi itu sebagin besar berasal dari akademisi. Pembentukan komite itu merupakan salah satu janji kampanyenya saat terpilih menjadi presiden Mei lalu. Saat itu dia berjanji bakal memberantas korupsi. Buhari juga mengatakan, para pejabat pemerintah telah mencuri 150 miliar dollar atau sekitar 2 ribu triliun Rupiah dari kantong publik selama beberapa dekade terakhir.

Sementara itu Jubir Kepresidenan, Femi Adesina mengaku belum mengetahui kapan komite akan melaporkan hasil kerja dan rekomendasi kepada presiden. Korupsi telah menguras keuangan negara Nigeria dan sikap anti-korupsi Presiden Buhari adalah faktor kunci dalam kemenangan pemilu lalu. Korupsi di Negeria telah menjadi budaya yang berakar di banyak departemen pemerintah. 

Dalam pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama beberapa bulan lalu, Presiden Buhari meminta bantuan dalam mengembalikan uang pemerintah yang telah dicuri dan ditahan di rekening bank asing. (BBC) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.