Sebuah Rumah Ibadah Beragam Keyakinan Dibangun di Berlin

KBR - Seorang rabbi, seorang imam dan seorang pastur sedang bekerjasama untuk membangun sebuah rumah ibadah beragam keyakinan secara bersama-sama.

INTERNASIONAL

Selasa, 19 Agus 2014 15:04 WIB

Author

Luviana

Sebuah Rumah Ibadah Beragam Keyakinan Dibangun di Berlin

rumah, ibadah, berlin

KBR - Seorang rabbi, seorang imam dan seorang pastur sedang bekerjasama untuk membangun sebuah rumah ibadah beragam keyakinan secara bersama-sama. Rumah ibadah tersebut kelak akan diberi nama “House of One” di pusat kota Berlin, Jerman.

Kompleks “House of One” ini kelak akan terdiri dari sebuah Gereja, sebuah Masjid dan sebuah Sinagog serta sebuah tempat pertemuan bersama yang terletak di pusat kompleks tersebut.

Pastur Gregor Hohberg dari Paroki Santo Petri di Berlin mengatakan kepada Associated Press, mereka ingin membuat tempat pertemuan bagi orang dari berbagai latar belakang dan agama yang sekaligus bisa menunjukkan rasa perdamaian diantara mereka.

Gagasan Hohberg itu disambut baik Rabbi Tovia Ben Chorin dan Imam Kadir Sanci. Rabbi Ben Chorin mengatakan di dunia dimana kita tinggal sekarang pilihannya hanya dua: berperang atau berdamai. Perdamaian adalah suatu proses yang memerlukan dialog satu sama lain untuk mencapainya.

Kompleks “House of One” ini menurut rencana akan dibangun di Lapangan Petriplatz di pusat kota Berlin. Lapangan yang dikelilingi bangunan tua ala Jerman Timur dan sebuah jalan yang sibuk itu, kini hanya ditumbuhi pohon kurma. Tetapi lokasi itu memiliki sejarah yang panjang. Lapangan Petriplatz adalah lokasi dimana kota Berlin pertama kali dibangun pada abad ke-13 dan selama ratusan tahun menjadi lokasi Gereja Santo Petri hingga Gereja itu hancur semasa Perang Dunia Kedua dan juga oleh pemerintah Jerman Timur yang menguasai lokasi itu tahun 1964.

Kota Berlin sudah memberi restu atas rencana pembangunan “House of One”. Perusahaan arsitektur Kuehn Malvezzi akan merancang kompleks bangunan setinggi 30 meter dengan menara yang bisa diakses para pengunjung. Pusat pertemuan yang letaknya berdekatan dengan Gereja, Sinagog dan Masjid, diperkirakan bisa menampung 380 orang. Pembangunan kompleks ini diperkirakan akan menelan biaya 43,5 juta euro atau sekitar Rp 60 Milyar rupiah, yang sepenuhnya berasal dari sumbangan masyarakat.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17