Presiden Kolombia Dukung Penggunaan Mariyuana untuk Pengobatan

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mendukung legalisasi mariyuana untuk pengobatan. Santo menyebut, langkah ini diambil untuk mengurangi rasa sakit yang dialami pasien dengan penyakit mematikan.

INTERNASIONAL

Jumat, 15 Agus 2014 08:57 WIB

Author

Antonius Eko

Presiden Kolombia Dukung Penggunaan Mariyuana untuk Pengobatan

kolombia, mariyuana

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mendukung legalisasi mariyuana untuk pengobatan. Santo menyebut, langkah ini diambil untuk mengurangi rasa sakit yang dialami pasien dengan penyakit mematikan. 


Dia juga menegaskan, tak akan menjalin kerjasama dengan para penyelundup obat-obatan. Selama bertahun-tahun negara itu selalu disibukkan dengan berbagai kekerasan terkait obat-obatan. 


Tanaman ganja banyak ditanam secara sembunyi-sembunyi di Kolombia. Namun negara di kawasan Andes itu paling dikenal sebagai produsen kokain terbesar di dunia, bersama Peru. 


Sebagian besar barang terlarang itu diselundupkan ke Amerika Serikat melalui Amerika Tengah dan Meksiko. 


“Kami mendukung upaya pengobatan dan terapi dengan menggunakan mariyuana. Ini sebagai langkah untuk menghentikan kegiatan kriminal yang kerap bertindak sebagai penghubung pasien dengan mariyuana,” kata Santos. 


Undang-undang penggunaan mariyuana untuk pengobatan akan segera dibahas oleh kongres Kolomba. 


Kelompok pemberontak sayap kiri di Kolombia mendanai kegiatan mereka melalui perdagangan obat-obatan, khususnya kokain. Kondisi ini membuat negara itu terlibat dalam konflik bersenjata selama bertahun-tahun. (bbc) 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945