Masyarakat Kecam Sesi Foto Bertema Pemerkosaan di India

Raj Shetye, seorang fotografer dari India memicu amarah masyarakat India atas sesi foto busana yang bertemakan pemerkosaan perempuan di dalam bus. Sesi foto yang dibuatnya dianggap mengangkat luka lama tentang pemerkosaan seorang mahasiswi di India pada 2

INTERNASIONAL

Kamis, 07 Agus 2014 15:08 WIB

Author

Dirgantara Reksa

Masyarakat Kecam Sesi Foto Bertema Pemerkosaan di India

perkosaan, india

KBR - Raj Shetye, seorang fotografer dari India memicu amarah masyarakat India atas sesi foto busana yang bertemakan pemerkosaan perempuan di dalam bus. Sesi foto yang dibuatnya dianggap mengangkat luka lama tentang pemerkosaan seorang mahasiswi di India pada 2012 yang menarik simpati seluruh dunia.


Sesi Foro Shetye yang berjudul The Wrong Turn (Salah Jalan), muncul pertama kali dalam sebuah situs online miliknya. Dalam foto tersebut terdapat seorang model perempuan berpakaian mewah bergaya seakan-akan hendak diperkosa oleh para model pria.


Shetye mengatakan, sesi foto tersebut merupakan bentuk ekspresi dirinya terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Dia  beranggapan kontroversi yang muncul merupakan kesalahpahaman atas pemaknaan karyanya.


“Banyak teman menyampaikan penolakan terhadap karya saya, hal ini tentu tidak mebuat saya senang, namun setidaknya saya cukup puas karya saya sedikit banyak mendapatkan perhatian,” kata Shetye.


Sesi foto The Wrong Turn, telah tersebar di situs sosial seperti Twitter dan Facebook dan para user mendeskripsikan sesi tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”, “menjijikan”, dan “gila”.


Nirmala Samant, ketua Komisi Nasional Perempuan India telah menulis surat kepada kepala polisi Mumbai untuk menginvestigasi tindakan Shetye. Nirmala tidak menganggap karya Shetye sebagai sebuah kebebasan berekspresi. 


“Setiap orang yang waras pasti tidak menganggap ini sebagai seni, melainkan sebuah dukungan terhadap kekerasan perempuan,” tegas Samant.


Pada 2012 di New Delhi, enam orang lelaki memperkosa den menganiaya seorang mahasiswi berusia 23 tahun dalam sebuah bus. Tiga belas hari kemudian, perempuan tersebut meninggal di Rumah sakit di Singapura karena luka yang dideritanya. (the guardian) 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

10 Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Layak Mendapat Diversi

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20