covid-19

Ganja Mampu Bantu Anak Pengidap Epilepsi

Di Indonesia, Ganja dikenal sebagai tanaman yang dilarang dikonsumsi karena termasuk sumber zat narkotika. Begitu juga di Amerika Serikat. Pemerintah Federal AS menilai ganja merupakan obat yang ilegal. Namun, hampir setengah dari negara bagian AS telah m

INTERNASIONAL

Jumat, 01 Agus 2014 14:20 WIB

Author

Farah Maulida

Ganja Mampu Bantu Anak Pengidap Epilepsi

ganja, epilepsi

KBR - Di Indonesia, Ganja dikenal sebagai tanaman yang dilarang dikonsumsi karena termasuk sumber zat narkotika. Begitu juga di Amerika Serikat. Pemerintah Federal AS menilai ganja merupakan obat yang ilegal. Namun, hampir setengah dari negara bagian AS telah melegalkan penggunaan ganja atau setidaknya untuk penggunaan yang bertaraf kecil.  


Orang-orang yang mendukung legalisasi ganja di AS mengatakan beberapa jenis tanaman ini menawarkan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia. Misalnya, satu jenis ganja secara medis dilaporkan dapat mengurangi efek epilepsi dan penyakit sistem saraf.   


Rachael dan Shawn Selmeski, mengaku bahwa Charlotte’s Web- salah satu jenis ganja-  mampu menolong putri kecilnya yang mengidap epilepsi. Pasangan asal negara bagian Tennessee, Amerika Serikat itu memberikan anaknya, Maggie, ganja yang dicampur dengan minyak zaitun tiga kali sehari.


Web Charlotte mengandung sangat sedikit THC, yakni zat yang menyebabkan pemakainya mengalami rasa senang berkepanjangan tanpa sebab. 


Ahli kimia Bryson Rast mengatakan bahwa Web Charlotte memiliki kandungan cannabidiol  (CBD) yang tinggi.  Cannabidiol adalah anti-inflamasi, yakni zat yang dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan di dalam tubuh.


Orang tua Maggie mengatakan kondisi putri mereka segera membaik setelah mengonsumsi Web Charlotte. Dia bisa mencerna makanan dengan lebih baik dan ototnya mulai berkembang sebagaimana mestinya.


Sebelumnya, Maggie telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di rumah sakit. Tak lama setelah lahir, dokter mengatakan bahwa Maggie mengidap jenis epilepsi yang jarang ditemui.


Epilepsi dapat menyebabkan orang tiba-tiba menjadi tidak sadar. Elpielsi  juga dapat membuat seseorang berperilaku kasar, dan membuat kejang pada tubuh. Maggie mengalami kejang hingga ratusan kali dalam satu hari. Orang tua Maggie bergegas ke ruang gawat darurat rumah sakit berkali-kali dalam tahun pertama hidupnya.


Dokter memberikan perawatan dan obat-obatan untuk menyelamatkan hidup Maggie. Namun Shawn mengatakan bahwa perawatan itu juga memiliki efek samping yang berat bagi gadis kecilnya.


"Mereka membius tubuhnya. Dia akan tidur selama 20 jam sehari, dan tidak akan mengeluarkan suara sepanjang hari. Mereka membius setiap bagian dari tubuhnya. " kata Shawn.


Rachael dan Shawn ingin pengobatan yang memiliki sedikit efek samping bagi putrinya. Sehingga  mereka beralih ke jenis pengobatan baru dengan ganja jenis Web Charlotte. Petani ganja di negara bagian Colorado mengembangkan tanaman ini.


Negara bagian Tennessee tidak melegalkan penggunaan ganja untuk obat. Akhirnya Rachel dan Shawn pindah ke Colorado, negara bagian AS yang melegalkan penggunaan Ganja sebagai obat. Sekitar dua ratus keluarga telah pindah ke Colorado dari negara bagian itu hanya untuk mendapatkan Web  Charlotte.


Sejauh ini, memang belum ada penelitian besar yang dapat membuktikan khasiat dan keamanan obat dari ganja. Namun sebuah penelitian dari pengembang obat di Inggris, GW Pharmeceuticals melaporkan bahwa obat yang berasal dari tanaman ganja dapat mengurangi frekuensi kejang sebesar 50 persen selama 12 minggu pada 27 pasien. Rata-rata usia pasien adalah 10 tahun, dan semua telah gagal pada perawatan lain. 


Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sekitar 2 juta orang di Amerika Serikat mengidap epilepsi, dengan seperempat dari mereka adalah anak-anak. Institut Nasional Gangguan Neurologis dan Stroke AS mencatat sekitar 30 persen orang dengan gangguan tersebut mengalami kejang yang tidak responsif terhadap obat-obatan yang ada. (VOA) 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?