Bagikan:

Awak Pesawat Malaysia Airlines Dituding Lecehkan Penumpang

Seorang pramugara senior maskapai Malaysia Airlines dituduh meraba paha penumpang wanita dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Paris. Menurut Laura Bushney, penumpang berusia 26 tahun, sang pramugara sempat memohon agar tidak melaporkan insiden tersebut

INTERNASIONAL

Senin, 25 Agus 2014 11:52 WIB

Awak Pesawat Malaysia Airlines Dituding Lecehkan Penumpang

malaysia airlines, pelecehan seksual

KBR - Seorang pramugara senior maskapai Malaysia Airlines dituduh meraba paha penumpang wanita dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Paris. Menurut Laura Bushney, penumpang berusia 26 tahun, sang pramugara sempat memohon agar tidak melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang.


Wanita asal Perth itu mengaku ketakutan ketika pramugara itu menyentuh tubuh bagian bawahnya dengan alasan ingin menenangkan Laura. Di awal perjalanan, Laura sempat mengeluh takut akan terbang, mengingat insiden kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akhir-akhir ini. Kala itu, sang pramugara, Mohd Rosli Bin Ab Karim, meyakinkan Laura bahwa semuanya akan baik-baik saja dan berjanji dirinya akan memastikan Laura 'merasa nyaman'.


Melalui pengakuannya di tayangan Channel Seven pada Minggu (24/8) malam, Laura mengingat bahwa tiga jam setelah pesawat lepas landas, Rosli berjongkok di sampingnya dan memijat-mijat kakinya. Pramugara berusia 54 tahun dan beranak tiga tersebut kemudian memasukkan tangannya ke dalam celana Laura.


"Saya terus bergumam 'Kenapa saya tidak teriak? Kenapa saya tidak menghentikannya? Saya kuat, saya bisa melakukannya, saya tahu itu," kata Bushney. "Tapi saat itu terjadi saya tidak bisa. Saya sangat takut, saya membeku ketakutan."


Setelah insiden itu, Bushney merekam adegan yang selanjutnya terjadi dalam telepon genggam yang ia bungkus dengan syal dan ia letakkan di samping bantal kepalanya. Rekaman tersebut diputar di Channel Seven dan memperdengarkan suara Laura yang berbisik menceritakan tindak pelecehan yang dialaminya.


"Dia memijat-mijat kaki saya," kata Laura. "Saya sangat takut, saya hanya ingin segera turun dari pesawat ini." Baris 81, tempat Laura duduk, terhitung kosong. Hanya ada seorang penumpang pria lain di baris itu, dan duduknya berjarak 6 bangku dari Laura.


Setelah insiden ia memberi tahu penumpang asal Kanada yang duduk di depannya, Sophie Lachance, apa yang baru ia alami.


"Ada yang memegang lengan saya... saya terbangun dan melihat wajahnya (Laura) penuh air mata dan dia mengisak sangat keras," kata Lachance kepada Channel Seven. "Dia berkata kepada saya bahwa pria ini melakukan sesuatu kepadanya."


Dalam rekaman Laura, Rosli kembali ke tempat duduk Laura dan memohon pengertian Laura bahwa dirinya melakukan itu dengan maksud baik. "Kau menenangkanku dengan memasukkan tangan ke dalam celanaku. Ya. Kamu memang memasukkan tangan ke dalam celanaku," suara Laura terdengar dalam rekaman itu.


Rosli mencoba meminta maaf lagi, sembari memohon Laura untuk tidak memperpanjang insiden tersebut karena ia punya istri dan anak.


"Kalau kau punya istri anak, kenapa melakukan itu? Itu perkosaan," balas Laura.


Rosli ditahan polisi untuk diinterogasi, segera setelah pesawat tersebut mendarat di Paris. Sementara itu, Laura harus berhadapan dengan 'penyerangnya', sesuai dengan proses hukum.


Laura mengaku marah dengan cara maskapai Malaysia Airlines menangani keluhannya. Menurut Laura, seorang petugas menyarankan agar Laura tidak memperpanjang masalah tersebut. Lebih lanjut, Laura mengklaim bahwa pihak Malaysia Airlines belum menghubunginya untuk meminta maaf atau pun menawarkan penghiburan pasca insiden.


Malaysia Airlines telah mengeluarkan pernyataan resmi sebagai respon terhadap tuntutan tersebut.


"Malaysia Airlines mengkonfirmasi adanya tuduhan dari penumpang pesawat MH20 yang terbang dari Kuala Lumpur ke Paris pada 4 Agustus 2014 tentang pelecehan seksual oleh salah seorang petugas kabin kami. Staf yang bermasalah tersebut telah ditahan untuk diinterogasi oleh polisi Prancis."


"Malaysia Airlines mengharapkan standar yang tinggi dalam perilaku dari para kru-nya dan kami menindaklanjuti tuduhan-tuduhan semacam ini secara serius." (channel news Asia) 


Editor: Antonius Eko 


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ketika Pimpinan KPK Tersandung Masalah Integritas

Most Popular / Trending