Mengenang Tragedi Bom Nagasaki 9 Agustus

Ledakan bom atom di Nagasaki menimbulkan kepulan awan panas setinggi 18 kilometer. Kota Nagasaki tertutup awan yang mendidih dan mengembang seperti jamur. Cendawan awan itu menyebarkan gelombang panas hingga mencapai 4,000 derajat Celcius dalam radius leb

INTERNASIONAL

Jumat, 09 Agus 2013 14:31 WIB

Author

Agus Luqman

Mengenang Tragedi Bom Nagasaki 9 Agustus

Bom atom, Nagasaki, Fat Man, plutonium, nuklir

KBR68H - Kota Nagasaki Jepang hari ini memperingati 68 tahun tragedi serangan bom nuklir yang dilakukan Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.

Bom atom yang diberi nama Fat Man 9 Agustus 1945 sekitar pukul 11.02 pagi membuat kota pelabuhan itu berubah menjadi neraka.

Sekitar 40 persen wilayah Nagasaki hancur lebur. Ledakan bom atom di Nagasaki menimbulkan kepulan awan panas setinggi 18 kilometer.


Kota Nagasaki tertutup awan yang mendidih dan mengembang seperti jamur. Cendawan awan itu menyebarkan gelombang panas hingga mencapai 4,000 derajat Celcius dalam radius lebih dari 1 kilometer.

Bom nuklir di Nagasaki dijatuhkan hanya tiga hari setelah bom atom pertama meledak di Hiroshima, 6 Agustus 1945. Bom 'Little Boy' di Hiroshima menelan 140 ribu korban jiwa. Hiroshima telah menggelar peringatan pada awal pekan ini.

Bom atom Fat Man memiliki berat 4,000 kilogram atau memiliki kekuatan setara 21 ribu ton (21 kiloton) bahan bom trinitro toluena (TNT). Kekuatan ledakan 'Fat Man' yang jatuh di Nagasaki sebetulnya diperkirakan lebih dahsyat dari bom Little Boy yang jatuh di Hiroshima. Little Boy diperkirakan 'hanya' berkekuatan ledakan setara 15 kiloton TNT. Namun kondisi geografis saat itu yang banyak perbukitan diduga mengurangi jumlah korban bom di Nagasaki.

Bom atom itu kemudian menimbulkan banyak dampak buruk pasca ledakan, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kemudian karena radiasi nuklir. Informasi yang kemudian beredar, ada sekitar 200 ribu orang tewas sepanjang mimpi-mimpi buruk bom Hiroshima dan Nagasaki karena radiasi, luka bakar stadium tinggi, leukemia serta berbagai penyakit yang timbul akibat terdampak bom atom. Dampak radioaktif dari ledakan bom diperkirakan menyebar sampai radius 20 kilometer.


Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus 1945, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada negara-negara Sekutu Amerika. Tragedi nuklir ini kemudian membuat Jepang mengadopsi tiga prinsip anti nuklir (Three Non-Nuclear Principles), melarang negara itu memiliki senjata nuklir.


Hari ini, puluhan ribu orang berkumpul di Nagasaki untuk mengenang tewasnya 70 ribu orang saat ledakan bom berbahan atom plutonium meluluh lantakkan wilayah itu.

Lonceng dibunyikan sebagai pertanda untuk mengheningkan cipta. Mereka larut dalam keheningan terutama bagi para penyintas atau mereka yang selamat dari bom atom, serta keluarga korban, pejabat pemerintah serta delegasi dari luar negeri. Para penyintas atau korrban selamat bom atom di Jepang dikenal sebagai hibakusha.

Pada peringatan kali ini untuk pertama kalinya India mengirim utusan untuk mengenang tragedi bom atom Nagasaki. India merupakan negara yang memiliki bom nuklir. India sejauh ini belum menanda tangani Traktat Nonproliferasi Nuklir.

Para ahli sejarah telah lama berbeda pendapat apakah serangan dua bom atom kembar itu mempercepat akhir dari perang dunia, memaksa Jepang menyerah dan mencegah lebih banyak korban jiwa dalam perlombaan invasi negara-negara kuat di berbagai kawasan.

Para hibakusha menolak penggunaan kekuatan nuklir baik oleh militer maupun sipil. Kelompok antinuklir di Jepang terus bertambah jumlahnya, pasca tragedi kebocoran reaktor nuklir di Fukushima pada 2011 lalu, setelah dipicu gempa kuat. Saat itu hampir seluruh reaktor nuklir di Jepang ditutup.

Di kota ini juga dibangun Museum Bom Atom Nagasaki (Nagasaki Genbaku Shiryoukan) sebagai lambang peringatan bagi bangsa Jepang dan seluruh pengunjung akan bahaya dan penderitaan akibat bom atom yang diledakkan di kota tersebut. (AFP/berbagai sumber)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8