Ternyata di Luar Angkasa Juga Banyak Sampah

Sampah luar angkasa bisa menabrak dan merusak satelit aktif. Kasusnya pernah terjadi pada satelit militer milik Rusia.

BERITA | INTERNASIONAL | INTERMEZZO

Senin, 01 Jul 2019 18:51 WIB

Author

Adi Ahdiat

Ternyata di Luar Angkasa Juga Banyak Sampah

Ilustrasi sebaran sampah antariksa yang dibuat NASA. Ukuran sampah antariksa sebenarnya jauh lebih kecil daripada titik putih yang terlihat dalam gambar. (Gambar: NASA)

KBR, Jakarta- Sampah hasil manusia bukan cuma mencemari darat dan lautan saja. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, sampah juga mengotori antariksa.

Menurut Thomas, saat ini ada sekitar 19 ribu objek sampah berukuran 10 sentimeter yang bertebaran di luar atmosfir bumi. Sebagian besarnya berasal dari satelit mati.

Thomas menjelaskan, ada kekhawatiran di kalangan internasional bahwa sampah-sampah antariksa atau space debris itu akan menabrak satelit aktif.

"Oleh karenanya saat ini dibuat pedoman internasional untuk membatasi dan mengurangi sampah antariksa," kata Thomas kepada Antara, Senin (1/7/2019).

Negara-negara maju dikabarkan sedang berupaya membuat teknologi penjaring sampah antariksa. Namun, karena biayanya mahal, maka tidak semua sampah akan diambil.

"Di Jepang ada perusahaan yang akan memberikan jasa pembersihan sampah antariksa. Namun belum beroperasi," jelas Thomas.


Sampah Antariksa Bergerak Lebih Cepat Dari Suara

MenurutĀ National Aeronautics and Space Administration (NASA), space debris memang merupakan masalah serius.

NASA menyebut sampah-sampah antariksa mengorbit di sekeliling bumi dan bergerak dengan kecepatan 18.000 mil/jam atau melebihi kecepatan suara. Karena jumlahnya kian bertambah, potensi tabrakan antara space debris dan satelit aktif pun semakin tinggi.

Menurut catatan NASA, sampah antariksa meningkat signifikan pada tahun 2007 saat Tiongkok meledakkan salah satu satelitnya dengan sengaja. Sejak saat itu, munculah ratusan kepingan space debris di angkasa.

Kasus tabrakan besar baru terjadi tahun 2009. Saat itu, kepingan space debris yang bergerak dalam kecepatan 15.000 mil/jam menabrak satelit militer milik Rusia hingga hancur.

Menurut NASA, tabrakan itu menyebabkan jumlah space debris di angkasa kian bertambah. Diperkirakan, kini ada sekitar 10 juta keping sampah antariksa dengan ukuran kurang dari 1 sentimeter.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis

Kabar Baru Jam 8

PM Selandia Baru Akan Bersihkan Konten Ekstrimis di Dunia Online

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20