Ini Hasil Pertemuan G20 tentang Energi Masa Depan

G20 meluncurkan "Karuizawa Innovation Action Plan", berisi garis besar pengembangan kebijakan energi untuk masa depan.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 02 Jul 2019 14:52 WIB

Author

Adi Ahdiat

Ini Hasil Pertemuan G20 tentang Energi Masa Depan

Aksi unjuk rasa saat gelaran G20 Summit 2019 di Osaka, Jepang. Aksi ini menyinggung sikap pemerintah Jepang dan AS yang masih mendukung industri batu bara (28/6/2019). (Foto: ANTARA/REUTERS/Jorge Silva)

KBR, Jakarta- G20 Summit 2019 yang digelar pekan lalu di Osaka, Jepang, telah menghasilkan sejumlah arahan untuk negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia.

Salah satu arahan itu tertuang dalam Karuizawa Innovation Action Plan (KIAP) yang berisi garis besar rencana pengembangan kebijakan energi masa depan.

KIAP memang bukan perjanjian yang bersifat mengikat. Meski begitu, dokumen ini diharapkan bisa menjadi panduan bagi negara-negara dalam melakukan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Berikut paparan singkatnya.


Mendorong Investasi dan Bisnis “Hijau”

Forum G20 menegaskan bahwa lingkungan global sedang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kelangkaan energi, sampai polusi.

Untuk menghadapi itu semua, G20 mendorong negara-negara anggotanya untuk meningkatkan investasi ramah lingkungan atau "investasi hijau".

“Kami mendukung upaya mobilisasi keuangan, penguatan pasar dan investasi untuk berbagai pilihan energi alternatif, inovasi teknologi dan infrastruktur untuk meluaskan akses energi, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, dan juga akses air,” tegas G20 dalam KIAP.

G20 juga mendorong negara-negara agar memperbaiki bisnis di sektor listrik, supaya lebih fleksibel dan mampu merespon permintaan energi terbarukan yang kian meluas.


Mendorong Kerja Sama dalam Energi Terbarukan

G20 berkomitmen untuk saling bekerja sama dan berbagi pengetahuan soal energi terbarukan, baik dari segi teknologi, bisnis maupun regulasinya.

“Kami berbagi keberhasilan dalam mempercepat inovasi energi, termasuk dalam hal pemberlakuan kebijakan pasar, program pengembangan keahlian, dan model manajemen sistem kelistrikan untuk mendorong energi terbarukan,” jelas G20 dalam KIAP.

“Kami akan berusaha untuk berbagi pembelajaran tentang inovasi dan pengembangan teknologi energi terbarukan di sektor transportasi dan industri,” jelasnya lagi.

G20 juga menekankan pentingnya inovasi regulasi pemerintah, semisal dengan melibatkan peran startup dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dalam promosi energi terbarukan.


Baca Juga:

14 Perusahaan Dukung Atap Energi Surya, Dari Ciputra Sampai Tokopedia

Ini Harga Listrik Energi Terbarukan, Mahal atau Murah?


Mendorong Keterlibatan Swasta

Bukan hanya pemerintah, G20 juga berharap organisasi internasional dan pihak-pihak swasta bisa mengambil peranan dalam mendorong energi terbarukan.

G20 menyebut sejumlah organisasi yang bisa membantu seperti International Renewable Energy Agency (IRENA), International Energy Agency (IEA) dan Clean Energy Ministerial (CEM).

“Kami mendorong IRENA, IEA dan CEM untuk melanjutkan kerjanya menganalisis teknologi-teknologi kunci untuk transisi energi dan pemanfaatan energi terbarukan,” jelas G20 dalam KIAP.

G20 berharap pihak-pihak tersebut bisa terus membantu upaya pengembangan serta penyebaran energi terbarukan secara global.


Mendorong “Teknologi Bersih” dalam Produksi Energi Fosil

G20 menyarankan supaya industri migas beralih ke teknologi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

G20 juga mendorong adanya diskusi-diskusi lanjutan untuk membahas pasar migas, sekaligus membicarakan peluang ketahanan pasokan migas di masa depan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Posko Tuk Tampung Aduan Soal Perda Zonasi Pesisir

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10