Share This

PBB Serukan Dana Pendidikan Untuk Anak-Anak Korban Konflik

Selama ini hanyalah sebagian kecil saja persentase dari bantuan kemanusiaan itu yang digunakan untuk pendidikan.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 08 Jul 2015 08:50 WIB

Ilustrasi pendidikan untuk anak korban konflik. Foto: Antara

KBR - Duta PBB untuk Pendidikan Global, Gordon Brown bersama sejumlah lembaga amal dunia menyerukan adanya penggalangan dana darurat pendidikan bagi anak-anak yang terperangkap konflik. Bekas perdana menteri Inggris itu menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan puncak pendidikan yang berlangsung di ibukota Norwegia, Oslo, pada Selasa (7/7/2015).

Dalam Pertemuan di Oslo itu dipaparkan penjelasan tentang meningkatnya jumlah pengungsi akibat konflik di Suriah dan Irak yang juga membutuhkan akses untuk pendidikan selain bantuan kemanusiaan. Menurut Brown, selama ini hanyalah sebagian kecil saja persentase dari bantuan kemanusiaan itu yang digunakan untuk pendidikan.

Sebagai info, lembaga Pembangunan Luar Negeri di Inggris memperkirakan terdapat sekitar 65 juta anak yang terperangkap konflik maupun bencana alam, yang membutuhkan dana sebesar US$4,8 miliar. Sedangkan data dari Badan PBB untuk pendidikan, UNESCO memperlihatkan 124 juta anak di dunia tidak mendapat pendidikan yang seharusnya.

Seruan untuk dana darurat pendidikan itu didukung oleh sejumlah lembaga amal internasional seperti Oxfam, Save the Children, World at School, dan ActionAid. (BBC) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.