Share This

Korsel Berikan Asuransi 1 Miliar Kepada Wisman

Langkah ini dilakukan untuk menggenjot jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Negeri Ginseng itu.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 01 Jul 2015 11:58 WIB

Ilustrasi-Virus Mers.(ANTARAFOTO)

KBR - Korea Selatan siap memberikan asuransi kepada wisawatan mancanegara hingga sebesar satu miliar rupiah. Langkah ini dilakukan untuk menggenjot jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Negeri Ginseng itu. Sebab, pasca wabah sindrom pernapasan akut Timur Tengah, MERS merebak di negeri itu, banyak wisatawan asing yang membatalkan rencananya untuk mengunjungi negeri tersebut.

Pejabat Pemerintah di Sektor Pariwisata, Hyonjae Oh, seperti dikutip Kantor Berita AFP mengatakan, program asuransi ini diberlakukan selama kurun waktu tiga bulan, yakni mulai 22 Juni hingga 21 September tahun ini.

Klausul dalam asuransi itu menyebutkan, jika wisatawan asing positif terkena MERS dalam dua puluh hari setelah kedatangan ke Korea, wisatawan tersebut berhak mendapat kompensasi pengobatan sekitar Rp 59,7 juta. Ini mencakup biaya pengobatan, biaya perjalanan, dan kompensasi.

Sedangkan jika wisatawan asing meninggal dalam 20 hari setelah dinyatakan positif MERS, wisatawan tersebut akan mendapat kompensasi sekitar Rp 1,19 miliar.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.