Sambut Idul Fitri, DK PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza

Dewan Keamanan PBB menyerukan

INTERNASIONAL

Senin, 28 Jul 2014 15:30 WIB

Author

Klara Virencia

Sambut Idul Fitri, DK PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza

Idul Fitri, DK PBB, Gencatan Senjata

KBR, Jakarta - Dewan Keamanan PBB menyerukan “gencatan senjata tanpa syarat" untuk menyelesaikan konflik di Gaza antara Israel dan kelompok militan Islam, Hamas.

Seruan ini dilontarkan Dewan Keamanan PBB dalam pertemuan darurat Senin (28/7) dini hari, tepat di awal hari Idul Fitri. Desakan ini muncul di tengah saling serang antara Israel dan Hamas, pada Minggu (27/7). Perjanjian gencatan senjata selama 12 jam, yang berlaku mulai Sabtu (26/7) pagi dan disepakati oleh kedua belah pihak tidak mampu bertahan. Padahal perjanjian itu telah dimediasi oleh Amerika Serikat dan PBB.

Dewan Keamanan PBB mendorong Israel dan Hamas agar "menerima dan memberlakukan gencatan senjata secara total selama masa Idul Fitri dan sesudahnya, atas alasan kemanusiaan." Pernyataan presidensialnya, lembaga ini juga meminta kedua belah pihak agar "ikut mengusahakan gencatan senjata yang tahan lama dan sama-sama dihargai, sesuai inisiatif Mesir".

Jumat (25/7) lalu, Hamas sempat menolak gencatan senjata yang diajukan Mesir, karena Israel dan Mesir bersekutu memblokir keluar-masuknya barang ke Jalur Gaza.

Sikap tersebut diajukan oleh Yordania, yang menjadi perwakilan Arab untuk badan PBB paling berkuasa itu. Sementara, Rwanda, yang menjadi presiden dewan keamanan, menyetujui sikap tersebut dan segera mengadakan pertemuan darurat dewan untuk meresmikannya.

Pernyataan presidensial dari Dewan Keamanan PBB membutuhkan persetujuan dari kelimabelas anggota dewan.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, konflik Gaza yang telah berlangsung selama 20 hari itu menyebabkan korban 1.030 penduduk sipil Palestina tewas. Sementara itu, pihak militer Israel mengumumkan bahwa Israel kehilangan 43 orang tentaranya dalam konflik ini.

Dewan Keamanan PBB menuntut kedua belah pihak untuk "menghargai secara penuh" hukum kemanusiaan internasional dan menegaskan "perlunya intervensi untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan warga sipil atas hak mereka untuk dilindungi".

Untuk jangka panjang, lembaga ini akan mendorong kedua belah pihak dan komunitas internasional untuk meraih perdamaian sesuai visi dari negara demokratis Israel dan Palestina. Hal ini agar kedua negara bisa hidup berdampingan dan damai dengan "batas negara yang jelas dan aman". (abcnews, usatoday,usnews)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Travel Advisory Amerika Jadi Refleksi?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11