Kaum Gay Tiongkok Tolak Terapi Penyembuhan

Gugatan aktivis pembela hak kaum gay Tiongkok terhadap klinik yang menyediakan terapi

INTERNASIONAL

Kamis, 31 Jul 2014 12:06 WIB

Author

Yuriantin

Kaum Gay Tiongkok Tolak Terapi Penyembuhan

gay, tiongkok

KBR – Gugatan aktivis pembela hak kaum gay Tiongkok terhadap klinik yang menyediakan terapi “penyembuhan” bagi gay, akan disidangkan hari ini (Kamis, 31/7). Untuk pertama kalinya, pemerintah Tiongkok mengizinkan para aktivis tersebut untuk mengajukan tuntutan di pengadilan.


Xiao Zhen, salah seorang aktivis yang melayangkan gugatan tersebut, mengatakan ia telah mengumpulkan bukti dengan berpura-pura menjadi pasien dan mengikuti terapi “penyembuhan “ tersebut. Terapi yang diikutinya adalah terapi aversi. 


Terapi Aversi adalah sebuah bentuk terapi untuk menekan kebiasaan atau tindakan yang tidak diinginkan, dengan cara memberikan “hukuman”, salah satunya adalah dengan cara menyetrum pasiennya.


“Saya hanya pernah sekali merasakan terapi kejut listrik. Coba bayangkan mereka yang harus melakukan terapi tersebut berkali-kali,” katanya.


Protes terhadap terapi tersebut telah marak di Eropa dan Amerika. Bahkan, secara medis telah dinyatakan bahwa orientasi seksual seseorang tidak dapat diubah. Namun, praktik terapi tersebut masih ada di negara-negara di Eropa dan Amerika.


Selain terapi aversi, terdapat klinik “penyembuhan” di Tiongkok, dengan metode konseling. Klinik yang bernama Nanjing Urban Psychiatric Consultancy Centre ini, terletak di sebelah timur kota Nanjing.


Zhou Zhengyou, dokter di klinik ini, menyatakan kliniknya tidak menggunakan terapi aversi seperti klinik lainnya. Namun, ia tidak menyalahkan adanya penggunaan metode tersebut. 


“Salah satu metode yang paling umum (dalam terapi aversi) adalah dengan sengatan listrik. Ketika pasien memiliki pikiran yang berhubungan dengan gay, maka ia akan disetrum dan disuntikkan obat terlarang yang akan membuatnya merasa sakit,” katanya. 


Zhou mengaku telah menyembuhkan 70% pasiennya. Ia memungut bayaran sebesar Rp 1,4 juta untuk setiap sesinya.


Dengan maraknya klinik “penyembuhan” ini, komunitas gay Tiongkok melakukan beberapa akasi protes, salah satunya pada saat konferensi medis Beijing. Seorang aktivis terlihat membawa spanduk bertuliskan “menjadi gay bukanlah sebuah penyakit.”


Pada tahun 2001, Tiongkok menetapkan Homoseksual sebagai gangguan mental. Meskipun demikian, sikap masyarakat Tiongkok dinilai sudah lebih terbuka, yang dapat dilihat dari penyelenggaraan acara tahunan kaum gay di Shanghai. (bbc) 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri