General Motors Sediakan Ganti Rugi Miliaran Rupiah untuk Korban Kecelakaan

KBR

INTERNASIONAL

Selasa, 01 Jul 2014 08:07 WIB

Author

VoA

General Motors Sediakan Ganti Rugi Miliaran Rupiah untuk Korban Kecelakaan

General Motors, ganti rugi

KBR – Perusahaan distribusi kendaraan Internasional General Motors menyediakan dana ganti rugi untuk korban kecelakaan. Syaratnya korban kecelakaan di jalan itu disebabkan cacat produksi.

Pejabat urusan ganti rugi General Motor, Kenneth Feinberg menyebutkan ganti ruginya sampai jutaan dolar atau miliaran rupiah. Cacat produksi yang dimaksud seperti cacat pada saklar pengapian atau ignition switch.

Kenneth Feinberg mengatakan klaim kompensasi itu akan dibayar yang mengemudikan kendaraan buatan General Motors dengan model, jenis dan tahun tertentu. Sebab tidak semua kendaraan produksinya punya masalah pada saklar pengapiannya. Kalau alat ini tidak bekerja maka power steering atau alat yang membantu penyetiran dan kantung udara pengaman tidak akan berfungsi.

Sebelumnya Feinberg mengelola program ganti rugi bagi para korban serangan atas World Trade Center tahun 2001 di New York, dan bencana-bencana lainnya. Dalam kasus mobil ini Feinberg mengatakan kompensasi akan dibayarkan kepada mereka yang tewas atau luka-luka dalam kecelakaan.

Besarnya kompensasi akan tergantung pada tingkat keparahan cedera/ usia dan penghasilan yang sedianya diperoleh korban sekiranya ia tidak meninggal atau cedera. Feinberg mengatakan program ini tidak mempertimbangkan faktor perilaku pengemudi. Seperti peminum minuman keras, mengemudi dengan kecepatan tinggi, atau juga mengemudi sambil mengetik SMS.

Program ini juga terbuka bagi orang yang sebelumnya telah menggugat General Motors dan berjanji untuk tidak minta kompensasi lebih lanjut. Mereka bisa membuka kembali kasus gugatan hukum untuk memperoleh tambahan ganti rugi.

General Motors telah dikecam karena menunggu selama sepuluh tahun sebelum mengungkapkan cacat produksi yang dinilai telah mengakibatkan sedikitnya 13 kematian dan banyak korban cedera.

Perusahaan itu menghadapi serangkaian penyelidikan oleh Kongres. Serta pejabat-pejabat pemerintah negara bagian dan federal. Total biaya program ganti rugi ini belum jelas. Tetapi beberapa pakar memperkirakan bisa mencapai miliaran dolar atau triliunan rupiah.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?