WHO: 67 Negara di Tidak Melarang Iklan Rokok

KBR68H, Washington - Badan PBB untuk kesehatan WHO memperkirakan sekitar tiga miliar orang di dunia kini setidaknya terlindungi oleh satu langkah yang dapat menyelamatkan jiwa, yakni membatasi penggunaan tembakau.

INTERNASIONAL

Kamis, 11 Jul 2013 06:59 WIB

Author

Eva Mazrieva

WHO: 67 Negara di Tidak Melarang Iklan Rokok

WHO, kampanye antitembakau, iklan rokok, 67 negara

KBR68H, Washington - Badan PBB untuk kesehatan WHO memperkirakan sekitar tiga miliar orang di dunia kini setidaknya terlindungi oleh satu langkah yang dapat menyelamatkan jiwa, yakni membatasi penggunaan tembakau. Pada tahun 2008, WHO menyebut enam langkah pengendalian tembakau paling efektif dalam mengurangi penggunaan tembakau.

Dalam laporan tahun ini mengenai Epidemi Tembakau Global, WHO memusatkan perhatian pada larangan iklan rokok, promosi dan sponsor industri rokok, yang dianggapnya sebagai salah satu langkah paling ampuh untuk mencegah orang merokok. Laporan itu mengatakan jumlah orang yang terlindungi oleh larangan tersebut telah meningkat menjadi hampir 400 juta yang hidup terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Douglas Betcher, Direktur Pencegahan  Penyakit Tidak Menular WHO mengatakan ini menunjukkan taktik menakut-nakuti oleh industri tembakau tidak berhasil seperti sebelumnya.

"Syukurlah pintu industri  rokok kini mulai ditutup. Tujuan utama mereka adalah menjual rokok. Intinya mereka ingin membuat lebih banyak orang ketagihan dan orang-orang muda kecanduan, dan mereka akan membunuh lebih banyak orang. Itulah tujuan utama mereka. Industri yang curang ini tidak akan berhenti untuk berpromosi. Jadi, penting bahwa negara-negara melarang segala bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok."katanya

Hingga saat ini, WHO mengatakan 24 negara dengan populasi 694 juta orang telah memberlakukan larangan menyeluruh dan 100 negara lagi hampir mencapai tingkat itu. Namun, WHO menyatakan 67 negara tidak melarang iklan, promosi dan kegiatan-kegiatan sponsor rokok.

WHO melaporkan tembakau adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Organisasi itu mengatakan tembakau membunuh enam juta orang setiap tahun, lebih banyak dari korban akibat tuberkulosis, HIV dan malaria. Dikatakan, tembakau dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, diabetes dan penyakit pernapasan kronis.

Jika tren saat ini terus berlanjut, WHO memperingatkan bahwa jumlah kematian yang berhubungan dengan merokok akan naik menjadi delapan juta setahun menjelang tahun 2030. Betcher mengatakan berbagai penelitian menunjukkan bahwa enam langkah pengendalian tembakau, dikenal sebagai "MPOWER," adalah yang paling efektif untuk mengurangi penggunaan tembakau.

Betcher mengatakan 41 negara telah mengadopsi sedikitnya satu dari enam langkah MPOWER ini pada tahun 2010. Dia mengatakan diperkirakan 7,4 juta jiwa telah terselamatkan dalam tiga tahun terakhir di negara-negara yang telah mengadopsi dan menerapkan salah satu langkah itu. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17