Sebelum Ditembak Mati, Osama Sempat Berupaya Mengambil Granat

KBR68H

INTERNASIONAL

Selasa, 09 Jul 2013 10:47 WIB

Author

Doddy Rosadi

Sebelum Ditembak Mati, Osama Sempat Berupaya Mengambil Granat

osama bin laden, al qaeda, laporan investigasi, amerika

KBR68H – Komisi investigatif di Pakistan menyelesaikan laporan tentang kematian pemimpin kelompok Al-Qaeda, Osama bin Laden pada 2011. Dalam laporan setebal 700 halaman itu disebutkan, Osama sempat berupaya mengambil granat sebelum ditembak mati oleh tentara Amerika.

Pasukan Navy Seal Amerika menembak Osama di kepala ketika dia berupaya mengambil granat. Dalam laporan itu juga disebutkan, persembunyian Osama dilengkapi dengan persenjataan seperti AK47 ketika pasukan Amerika menyerbu masuk ke persembunyian yang berlokasi di Abbottabad, Pakistan.

Laporan itu disusun setelah mewawancarai 300 saksi dan menganalisis 3.000 dokumen. Selain itu, ada juga laporan tentang kesalahan yang dilakukan aparat militer di Pakistan sehingga Osama bisa tinggal di negara itu tanpa terdeteksi. Pihak intelijen diberitakan tidak mengecek dengan rinci lokasi tempat persembunyian Osama tersebut.

Padahal, lokasi tempat persembunyianm Osama itu tidak membayar pajak selama enam tahun dan tidak ada tindakan apa pun yang diambil. Osama tinggal di tempat tersebut bersama tiga istrinya dan seorang putrinya sejak 2005.

Tempat persembunyiannya terungkap ketika salah satu orang kepercayaan Osama yaitu Abu Ahmed al-Kuwaiti ditangkap. Dialah yang memberikan informasi tentang tempat persembunyian Osama. Pemimpin Al Qaeda itu dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas serangan teroris ke Amerika pada 11 September 2001. (TheSun)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Travel Advisory Amerika Jadi Refleksi?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11