Perempuan Tinggi yang Sudah Menopause Lebih Berisiko Kena Kanker

KBR68H - Penelitian baru-baru ini menyebutkan jika perempuan yang tinggi lebih berisiko terkena kanker.

INTERNASIONAL

Jumat, 26 Jul 2013 15:13 WIB

Author

Johan Prasetyo

Perempuan Tinggi yang Sudah Menopause Lebih Berisiko Kena Kanker

perempuan tinggi, menopause, kanker

KBR68H - Penelitian baru-baru ini menyebutkan jika perempuan yang tinggi lebih berisiko terkena kanker. Seorang peneliti dari Amerika mengungkapkan, jika seorang perempuan tinggi yang sudah mengalami masa menopause, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker.

Peneliti dari University Yeshiva mengatakan, untuk setiap 10cm penambahan pada tinggi badan, ada sebanyak 13 persen penambahan risiko untuk terkena segala bentuk kanker. Studi ini, yang menunjukkan lebih banyak kanker yang berhubungan dengan tinggi dibandingkan dengan berat, telah mengejutkan ilmuwan-ilmuwan.

Tinggi berhubungan dengan kanker seperti payudara, usus besar, endometrium, ginjal, indung telur, anus, dan thyroid, yang juga memperbanyak myeloma dan melanoma. Hubungan tersebut tidak berubah meskipun para ilmuwan tersebut memasukkan faktor lain yang biasanya mempengaruhi kanker tersebut. Studi ini dilakukan kepada 20.928 wanita yang mengalami masa menopause.

Dr Geoffrey Kabat, senior epidemiologist dari Yeshiva University mengatakan, “Kami terkejut oleh angka yang menyebabkan kanker yang positif dikarenakan oleh tinggi badan. Pada laporan data ini, lebih banyak kanker yang berhubungan dengan tinggi badan dibandingkan dengan berat badan.”

“Pada akhirnya, kanker adalah hasil dari proses pertumbuhan, sehingga ini masuk akal jika hormon atau faktor pertumbuhan lainnya yang mempengaruhi tinggi dapat berhubungan dengan resiko kanker.”ujarnya.

Dr Kabat mengatakan, beberapa variasi genetik berhubungan dengan tinggi badan dan juga berhubungan dengan resiko kanker. Tetapi diperlukan lebih banyak studi lagi untuk lebih memahami bagaimana tinggi badan-variasi genetik ini mempengaruhi seorang pria dan wanita terkena kanker.

Peneliti menggunakan data dari studi yang melibatkan wanita yang sudah mengalami menopause dengan umur dari 50-79 antara tahun 1993 dan 1998. Pada awal studi , mereka menjawab pertanyaan tentang aktivitas fisik, serta ukuran tinggi dan berat mereka. (Dailymail)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11