Madagaskar Dilanda Wabah Belalang

KBR68H, Washington - Wabah belalang di Madagaskar semakin memburuk. Lebih dari separuh negara itu terkena wabah belalang.

INTERNASIONAL

Kamis, 04 Jul 2013 08:25 WIB

Author

Eva Mazrieva

Madagaskar Dilanda Wabah Belalang

madagaskar, wabah belalang, FAO, PBB

KBR68H, Washington - Wabah belalang di Madagaskar semakin memburuk. Lebih dari separuh negara itu terkena wabah belalang. PBB mengatakan waktu semakin sedikit untuk menanggulangi wabah serangga yang rakus itu.

Badan Pangan dan Pertanian PBB – FAO mulai mengeluarkan peringatan terkait wabah belalang di Madagaskar bulan Agustus tahun lalu. Badan ini meminta dana bagi program pengendalian. Namun pendanaannya terputus dan program pengendalian terhenti. Sementara wabah belalang terus berlangsung. Belalang biasanya ditemukan di Madagaskar barat-daya. Tapi kalau kondisinya tepat - seperti musim hujan - populasi mereka bisa melonjak.

Maret lalu, FAO mengumumkan negara itu dilanda wabah belalang. Badan itu membutuhkan paling sedikit  22 juta dolar bulan Juli. Namun, penanggulangan darurat itu digambarkan dalam keadaan "sangat kekurangan dana."

Petugas Pengendalian Belalang dari FAO Annie Monard mengatakan kondisinya bisa memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami berpendapat pada akhir musim dingin ini - musim hujan dan kering - wabah belalang akan melanda dua pertiga dari pulau itu.”katanya.

Belalang menghabisi semua tumbuhan yang dilalui oleh mereka, seperti tanaman padi dan jagung. FAO mengatakan kerugian padi dan jagung berkisar 40-100 persen untuk berbagai kasus.

“Wabah itu tentu saja akan berdampak besar bagi produksi sereal. Ini juga akan berdampak terhadap padang rumput. Artinya - tidak tahun ini, tapi mungkin tahun depan - juga akan berdampak terhadap hewan ternak -  yakni kesehatan ternak,”ujarnya.

Ia mengatakan ketahanan pangan dan mata pencaharian dari 13 juta orang dipertaruhkan. Jumlahnya kira-kira 60 persen dari populasi.

FAO mengatakan 22 juta dolar kini dibutuhkan agar program pengendalian belalang bisa diterapkan bulan September. Itu merupakan awal musim tanam berikutnya. Sebuah program lengkap selama tiga tahun - untuk mengendalikan belalang ke tingkat yang tidak aktif - akan membutuhkan biaya lebih dari 41-juta dolar. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal