Karena Obesitas, Pria Ini Dilarang Tinggal di Selandia Baru

KBR68H - Seorang pria yang berasal dari Afrika Selatan, Albert Buitenhuis, dinyatakan terlalu gemuk jika tinggal di Selandia Baru.

INTERNASIONAL

Senin, 29 Jul 2013 15:46 WIB

Author

Rizki Triana

Karena Obesitas, Pria Ini Dilarang Tinggal di Selandia Baru

obesitas, dilarang tinggal, selandia baru

KBR68H - Seorang pria yang berasal dari Afrika Selatan, Albert Buitenhuis, dinyatakan terlalu gemuk jika tinggal di Selandia Baru. Padahal, dia sudah berhasil menurunkan 30 kg berat badannya sejak pindah ke kota Christchurch 6 tahun yang lalu.

Pihak imigrasi tidak mengizinkan ia dan istrinya tinggal di Selandia Baru. Alasannya, berat badannya yang mencapai 130 kg tidak sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. Selandia baru merupakan negara dengan tingkat obesitas terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Mexico, berdasarkan laporan yang dikeluarkan OECD pada Juni lalu.

Menurut sang istri, Marthie, visa kerja tahunan mereka selalu diperbaharui.

“Kami memperbaharuinya setiap tahun dan tidak pernah ada masalah. Mereka tidak pernah menyinggung berat badan Albert atau kesehatannya sama sekali”kata Marthie.

Namun, pada awal Mei, pasangan ini diberitahu bahwa visa kerja mereka ditolak karena berat badan Albert yang melampaui batas.

“Ironisnya, berat badannya sekarang lebih sedikit daripada pertama kali kami tiba di Selandia baru dan lebih kecil dari catatan medisnya” ujar Marthie.

Menurut seorang juru bicara Imigrasi, permohonan Albert ditolak karena Obesitas diyakini membuat pengidapnya berisiko tinggi mengalami komplikasi, termasuk diabetes, hipertensi dan penyakit jantung. Hal  ini berpengaruh karena para migrant harus memiliki standar kesehatan yang dapat diterima untuk meminimalisir biaya dan tuntutan pelayanan kesehatan yang ada di Selandia Baru. (Stuff.co.nz)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11