Jalankan Situs Liberal, Blogger Arab Dihukum Cambuk 600 Kali

KBR68H- Raif Badawi, Blogger sekaligus pendiri website Free Saudi Liberals dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan hukuman cambuk 600 kali oleh pengadilan Arab Saudi. Badawi yang menjalankan situs Free Saudi Liberals dianggap melanggar nilai-nilai dan menye

INTERNASIONAL

Rabu, 31 Jul 2013 17:50 WIB

Author

Suryawijayanti

Jalankan Situs Liberal, Blogger Arab Dihukum Cambuk 600 Kali

blogger, arab saudi, raif badawi, free saudi liberals

KBR68H- Raif Badawi, blogger sekaligus pendiri website Free Saudi Liberals dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan cambuk 600 kali oleh pengadilan Arab Saudi. Badawi yang menjalankan situs Free Saudi Liberals dianggap melanggar  nilai-nilai Islam dan menyebarkan pemikiran Iliberal. Situs yang muncul sejak Juni 2012 itu membahas  membahas peran agama di Arab Saudi.

Koran Al-Watan mengatakan hakim juga telah memerintahkan penutupan situs web.

Situs yang dikelola Badawi kerap menampilkan artikel yang kritis terhadap tokoh agama senior seperti Grand Mufti. Sebelumnya, Lembaga Pemantau HAM, Human Rights Watch mengatakan Badawi kemungkinan menghadapi hukuman mati karena dianggap murtad, namun tuduhan tersebut tak diputus di pengadilan.  Kemurtadan, tindakan mengubah agama, divonis mati di Arab Saudi, termasuk penghujatan.

Istri Badawi membantah suaminya telah menyatakan pertobatan di hadapan hakim pada hari Senin di sebuah pengadilan di kota Laut Merah Jeddah. "Hakim bertanya Raif 'Apakah Anda seorang Muslim?' dan dia berkata 'Ya, dan saya tidak menerima siapa pun untuk meragukan (keyakinan saya)', "tulisnya di Twitter.
 
Arab Saudi adalah negara kaya yang menerapkan ketat hukum syariah Islam. Hakim mendasarkan keputusan pada interpretasi mereka sendiri pada hukum agama daripada aturan tertulis.

Raja Abdullah, penguasa Arab Saudi, telah mendorong reformasi sistem hukum, termasuk meningkatkan pelatihan bagi para hakim dan membuat hukum lebih transparan dengan berdasar hukum tertulis. Namun, pengacara Saudi mengatakan bahwa kaum konservatif di Departemen Kehakiman dan pengadilan telah menolak menerapkan banyak perubahan pada sistem hukum. (Dailymail) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta