Dua ODHA Sembuh Total Setelah Pencangkokan Sum-sum Tulang Belakang

KBR68H - Dua pasien HIV bersih dari virus yang terdapat dalam darah mereka.

INTERNASIONAL

Kamis, 04 Jul 2013 14:32 WIB

Author

Yuthi Fatimah

Dua ODHA Sembuh Total Setelah Pencangkokan Sum-sum Tulang Belakang

ODHA, sembuh, HIV, cangkok sum-sum


KBR68H - Dua pasien HIV bersih dari virus yang terdapat dalam darah mereka. Hal ini disebabkan oleh pencangkokan sum-sum tulang belakang berdasarkan pengawasan oleh peneliti Boston. Penemuan ini dipresentasikan pada Rabu (3/7) pada Konferensi International AIDS Society di Kuala Lumpur, Malaysia.
 
Kedua pria tersebut telah diterapi obat antiretroviral (ARV) selama bertahun-tahun sejak didiagnosis dengan limfoma, kanker kelenjar getah bening. Keduanya juga menjalani kemoterapi intensif yang diikuti dengan pencangkokan sumsum tulang belakang untuk mengobati kanker.

Namun, para ahli berhenti memanggil dua pasien itu dan mengatakan pengobatan bukanlah pilihan yang layak untuk mayoritas pasien HIV. Sekitar empat bulan setelah dokter melakukan pencangkokan, virus HIV masih terdeteksi dalam darah. Akan tetapi, setelah 6-9 bulan kemudiansemua jejak virus tidak ditemukan.

Hencrich, peneliti Harvard Medical School, Brigham, dan Rumah Sakit Wanita di Boston mengatakan, pada orang normal yang memiliki HIV dan melakukan terapi ARV selama bertahun-tahun biasanya virus datang kembali dalam waktu 8-10 minggu setelah terapi dihentikan. Hal ini tidak berlaku pada penyembuhan melalui pencangkokan.

“Kami memantau 15 minggu setelah terapi, namun semenjak delapan minggu setelah setelah terapi dilakukan hingga saat ini kami belum mendeteksi HIV dalam aliran darah setelah kami berhenti melakukan terapi,” kata Henrich.

Saat ini, kedua laki-laki tersebut sdengan dibandingkan dengan Timothy Ray Brown, yaitu pasien Berlin yang dianggap sebagai orang pertama yang pernah disembuhkan dari HIV/AIDS. Brown menjalani pencangkokan sel induk pada tahun 2007 untuk mengobati leukemia. Dokter mencari donor dengan mutasi genetik langka yang disebut CCR 5 delta 32 yang membuat sel-sel induk secara alami resisten terhadap infeksi HIV. Saat ini, virus masih terdeteksi dalam darah Brown. Ia masih dianggap sembuh secara fungsional, yaitu virus dapat dikendalikan dan tidak dapat ditularkan kepada orang lain.

Pencangkokan sel induk adahal pengobatan yang snagat berbahaya karena system kekebalan tubuh pasien harus dihapus. Begitupula dengan pencangkokan sumsum tulang belakang yang tidak layak untuk sebagian besar penderita. Hal ini dikarenakan hanya 1% masyarakat Kaukasia atau sebagian besar Eropa Utara yang memiliki CCR 5 delta 32 dan ini tidak dimiliki pada masyarakat Afrikan, Amerika, dan Asia. Selain itu, penderita akan mendapat risiko kematian mencapai 20%. (CNN)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10