200 Ribu Polisi di Thailand Punya Masalah Obesitas

KBR68H - Thailand sedang berupaya untuk memaksa polisi yang kegemukan untuk kembali membentuk tubuh ideal. Mereka akan dilatih di boot camp selama 12 hari.

INTERNASIONAL

Senin, 08 Jul 2013 16:58 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

200 Ribu Polisi di Thailand Punya Masalah Obesitas

obesitas, polisi, thailand, latihan fisik

KBR68H - Thailand sedang berupaya untuk memaksa polisi yang kegemukan untuk kembali membentuk tubuh ideal. Mereka akan dilatih di boot camp selama 12 hari.

Seperti dilansir AP belum lama ini, sekitar 60 polisi gemuk dari seluruh penjuru Thailand akan dilatih fisik dari fajar hingga petang (dawn-to-dusk) di pusat pelatihan polisi di pinggiran Kota Bangkok.

Mengenakan t-shirt bertuliskan “Get rid of the belly” (singkiran perut buncit), mereka memulai latihan yoga sebelum subuh, diikuti dengan kelas aerobik, tai chi untuk mengurangi stres dan melancarkan aliran darah, serta mendengarkan ceramah dari ahli gizi.

Polisi yang paling banyak menurunkan bobot badan nantinya akan memenangkan  5.000 baht (sekitar Rp 1.6 juta). Meskipun diiming-imingi hadiah, sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa motivasi terbesar mereka adalah untuk meningkatkan kesehatan.

“Setiap hari anak-anak sekolah memanggil saya “Uncle Fat (Paman Gembul)”, tapi saya tidak keberatan. Saya lebih peduli dengan kesehatan saya, karena saya memiliki diabetes. Di sini saya hanya makan dengan porsi setengah dari biasanya,” kata Sersan Mayor Wanchat Phonorthong (49), polisi lalu lintas dengan berat 133 kilogram.

Pemeriksaan kesehatan tahunan Thailand menemukan bahwa 200 ribu polisi Thailand biasanya memilki 5 masalah: obesitas, kolestrol tinggi, gangguan hati, hipertensi, dan diabetes.

“Polisi berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan karena jam kerja yang tidak normal. Waktu makan dan tidur mereka seringkali tak menentu. Ditambah lagi dengan minum alkohol dan merokok yang membuat mereka semakin mudah terkena obesitas,” kata Kolonel Pornpen Bunnag, Kepala Departemen Kedokteran Keluarga RS Umum Polisi Bangkok.

“Perut gendut mereka nantinya akan membuat mereka terlihat kurang cerdas saat mengenakan seragam polis,” katanya. (MSN)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18