Share This

Paus Francis Desak Tindakan Cepat Perangi Pemanasan Global

Paus Francis menyajikan kedua alasan baik ilmiah maupun moral untuk melindungi ciptaan Tuhan.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 17 Jun 2015 10:17 WIB

Paus Francis. Foto: Antara

KBR- Paus Francis meminta tindakan cepat untuk melindungi bumi dan memerangi pemanasan global, menurut bocoran dari draf ensiklik (surat edaran) paus. Dokumen yang dipublikasikan oleh majalah Italia L'Espresso itu menyebutkan bahwa pemanasan global secara langsung terkait dengan aktivitas manusia dan penggunaan intensif dari bahan bakar fosil. Disebut-sebut, versi final dari draf setebal 192 halaman tersebut akan dirilis pada hari Kamis (18/6/2015) seperti yang direncanakan.

Dalam tulisan itu, Paus Francis menyajikan kedua alasan baik ilmiah maupun moral untuk melindungi ciptaan Tuhan. Ia banyak menyalahkan pemanasan global akibat aktivitas manusia dan menyebutkan kerugian dari tindakan tersebut antara lain seperti terus berkurangnya keanekaragaman hayati di hutan hujan Amazon dan mencairnya gletser Arktik.

Draf tersebut juga menyebut bahwa negara-negara berkembang yang menanggung beban "konsumsi besar" dari negara-negara kaya. Ini menjadi panggilan Paus kepada semua umat manusia - bukan hanya Katolik Roma - untuk mencegah kehancuran ekosistem sebelum akhir abad ini dan membangun otoritas politik baru untuk mengatasi polusi. Wartawan BBC Caroline Wyatt bahkan mengatakan bahwa Paus tertarik untuk mengatur debat pada pertemuan puncak PBB tentang perubahan iklim pada Bulan November di Paris. (BBC) 

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.