Taliban Pakistan Pelaku Teror Bandara Karachi

KBR - Kelompok Taliban Pakistan mengakui telah menyerang Bandara Karachi di Pakistan. Serangan itu menewaskan 20 orang, termasuk 10 orang bersenjata.

INTERNASIONAL

Selasa, 10 Jun 2014 07:39 WIB

Author

VoA

Taliban Pakistan Pelaku Teror Bandara Karachi

taliban, karachi

KBR - Kelompok Taliban Pakistan mengakui telah menyerang Bandara Karachi di Pakistan. Serangan itu menewaskan 20 orang, termasuk 10 orang bersenjata.

Pengakuan itu disampaikan juru bicara Taliban Pakistan. Mereka mengatakan serangan itu sebagai balasan terhadap serangan militer Pakistan baru-baru ini di perbatasan Afghanistan. Selain itu, Taliban dendam karena tentara Pakistan membunuh pemimpin kelompok itu, Hakimullah Mehsud. Dia tewas saat serangan pesawat tak berawak Amerika.           

Sementara Kepala  Polisi para militer provinsi , Mayor Jenderal  Rizwan  Akhtar bercerita taliban yang bersenjata berat masuk ke  terminal lama  di pelabuhan udara  Jinnah, Karachi. Di sana terlibat baku tembak selama lima jam  dengan  polisi dan tentara yang berakhir  Senin pagi.

Orang-orang bersenjata itu  sebagian mengenakan  seragam militer, menerobos memasuki  fasilitas  yang  digunakan terutama untuk  kargo dan pesawat eksekutif, sebelum  ditembak mati oleh polisi  atau  melakukan pemboman bunuh diri.

Beberapa  petugas keamanan dan  empat  pegawai bandara tewas. Tidak ada penumpang yang cedera.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.