Satelit Ini Diluncurkan untuk Mempelajari Misteri Matahari

KBR68H, Washington - Sebuah roket Pegasus membawa observatorium, satelit IRIS, menuju orbit sekitar kutub Bumi untuk sebuah misi, Kamis (27/6).

INTERNASIONAL

Jumat, 28 Jun 2013 17:57 WIB

Author

Yuthi Fatimah

Satelit Ini Diluncurkan untuk Mempelajari Misteri Matahari

satelit, NASA, pelajari matahari, komunikasi bumi

KBR68H, Washington - Sebuah roket Pegasus membawa observatorium, satelit IRIS, menuju orbit sekitar kutub Bumi untuk sebuah misi, Kamis (27/6). Misi dengan biaya 182 juta dolar ini bertujuan untuk menjelaskan dan mempelajari misteri besar mengenai angin matahari yang dapat mengganggu sinyal komunikasi di Bumi.

NASA Interface Region Imaging Spectrograph (IRIS), roket atau pesawat ruang angkasa tersebut akan fokus pada zona dinamis antara 6.000 derajat permukaan matahari dan korona atau lingkaran sinar yang mengelilingi matahari.
Para ilmuwan berharap mereka bisa lebih memahami dengan jelas mengenai mekanisme perpindahan energi yang menggerakkan angin matahari, nyala api matahari, dan letusan eksplosif yang terkadang mengganggu kabel listrik, operasi satelit, dan komunikasi di Bumi.

Peluncuran ini berjalan lancar, namun sempat terjadi ketegangan saat sinyal komunikasi hilang beberapa saat. Para pengendali mampu melacak IRIS dengan mengandalkan satelit lain yang mengorbit Bumi.
 
IRIS yang memiliki ukuran panjang 7 kaki dan berat 400 pound siap untuk memulai misi untuk dua tahun ke depan. IRIS membawa sebuah teleskop ultraviolet yang dapat mengambil gambar dengan resolusi tinggi setiap beberapa detik.

Tidak seperti NASA Solar Dynamics Observatory yang mengamati seluruh matahari, IRIS akan fokus pada daerah kecil yang terletak di antara permukaan dan korona, serta sinar cincin putih yang terlihat saat gerhana. 

"Ini adalah daerah yang sangat sulit untuk dipahami dan diamati,” kata Ilmuwan NASA, Jeffrey Newmark.

Pegasus, yang berasal dari Orbital Sciences Corp dari Dulles, Va, adalah roket bersayap yang dirancang untuk meluncurkan satelit kecil. Pertama diterbangkan pada tahun 1990, Pegasus roket juga telah digunakan untuk mempercepat kendaraan dalam program penerbangan hipersonik. (CBS)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10