Bagikan:

Pertemuan Historis Anggota Taliban dengan Pejabat dan Ulama Iran

KBR68H, Washington - Para anggota Taliban di Afghanistan telah bertemu dengan sejumlah pejabat dan ulama di Iran, meskipun ada perbedaan ideologi Muslim yang mendalam antara keduanya.

INTERNASIONAL

Selasa, 04 Jun 2013 08:07 WIB

Author

Yoni Puspandi

Pertemuan Historis Anggota Taliban dengan Pejabat dan Ulama Iran

taliban, pejabat dan ulama, iran, pertemuan historis

KBR68H, Washington - Para anggota Taliban di Afghanistan telah bertemu dengan sejumlah pejabat dan ulama di Iran, meskipun ada perbedaan ideologi Muslim yang mendalam  antara keduanya. Sebagian analis memandang langkah tersebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk meningkatkan pengaruhnya di Afghanistan sementara pasukan internasional bersiap-siap untuk meninggalkan negara itu.

Menurut pernyataan Taliban yang dikeluarkan di Kabul, dua kelompok militan Taliban baru-baru ini berkunjung ke Iran atas undangan pemerintah Iran. Kelompok pertama melakukan kunjungan yang tidak dijelaskan selama tiga hari, sementara  kelompok kedua ikut dalam sebuah konferensi Islamis.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Afghanistan Janan Mosazai tidak banyak berkomentar mengenai laporan perundingan itu.

Mosazai mengatakan, pemerintah Afghanistan menghubungi  Iran untuk mengkonfirmasi laporan-laporan tentang pertemuan tersebut tapi sebelum mendapat jawaban katanya tidak perlu berkomentar lebih jauh mengenai isu ini.

Para analis berbeda pandangan mengenai  dampak kontak-kontak antara Iran dan pemberontak Taliban, yang telah berperang melawan pemerintah Kabul dan sekutu internasionalnya. Iran dan Taliban sama-sama membenci Amerika.

Davood  Moradian, bekas penasihat kebijakan senior Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan, kontak-kontak itu sudah berlangsung lama secara diam-diam. Tapi ia mengatakan, perkembangan terakhir itu mencemaskan Afghanistan karena tampaknya Taliban berupaya menunjukkan dirinya sebagai pilihan politik yang kuat terhadap pemerintah yang sekarang.  

Davood  Moradian  mengatakan sangat disayangkan karena menyepelekan pemerintah Afghanistan. Kini Taliban dianggap atau setara dengan pemerintah, bersaing dengan pemerintah pusat di Kabul dan Afghanistan tidak bisa menerima pemerintah de fakto yang berbasis di Qatar.

Pemerintah Afghanistan dan Amerika berharap bahwa dengan mendukung dibukanya kantor perwakilan Taliban di Qatar, perundingan damai bisa diadakan disana untuk merundingkan diakhirinya kekerasan di Afghanistan. Sejauh ini perundingan damai tersebut belum terlaksana. Sebaliknya serangan-serangan musim semi lebih brutal tahun ini. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?