Bocah 11 Tahun Jadi Ayah, Perempuan Juga Berpotensi Jadi Pelaku Perkosaan

Seorang anak yang masih berusia 11 tahun di Selandia Baru dilaporkan telah menjadi ayah atas bayi yang dikandung oleh seorang perempuan yang jauh lebih tua.

INTERNASIONAL

Selasa, 18 Jun 2013 11:27 WIB

Author

Suryawijayanti

Bocah 11 Tahun Jadi Ayah, Perempuan Juga Berpotensi Jadi Pelaku Perkosaan

selandia baru, perkosaaan, perempuan

KBR68H- Seorang anak yang masih berusia 11 tahun di Selandia Baru dilaporkan telah menjadi ayah atas bayi yang dikandung oleh seorang perempuan yang jauh lebih tua. Perempuan yang berusia 36 tahun itu merupakan ibu dari teman si anak. Kasus ini pun memunculkan perdebatan, kenapa perempuan tersebut  tidak dapat didakwa melakukan perkosaan.
 
Kasus ini juga telah mendorong perubahan Undang-Undang, di mana kejahatan perkosaan selama ini hanya berlaku untuk laki-laki. Menteri Kehakiman Selandia Baru, Judith Collins mengatakan dia akan menyelidiki kasus ini.

"Kasus ini memunculkan poin penting. Saya akan meminta saran dari para pejabat apakah perlu adanya perubahan hukum yang berlaku selama ini," kata Collins.

Perempuan dan anak, yang namanya tidak dirilis, tinggal di distrik utama  North Island, Auckland.

Kepala sekolah anak itu  mengaku terkejut ketika si bocah menceritakan apa yang terjadi. Ia mengatakan anak itu telah berhubungan seks dengan ibu temannya dan mengaku untuk berhenti".

Sebuah organisasi korban pelecehan seksual menyatakan  jika kasus ini terbukti maka perempuan itu harus bertanggung jawab.

Di bawah hukum Selandia Baru, kejahatan perkosaan hanya berlaku untuk laki-laki dengan ancaman hukuman penjara maksimum 20 tahun. Perempuan yang memaksa laki-laki untuk berhubungan seks dikenakan psal pelanggaran seksual dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun.

Menurut surat kabar New Zeland Herald, bayi hasil hubungan perempuan dan anak itu, dirawat oleh pemerintah. Sementara sang ayah yang kini telah beria 12 tahun juga dalam perawatan. (AFP) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8