Bagikan:

Apple Disidang Skandal Pengaturan Harga Ebook

KBR68H - Hari ini perusahaan Apple dipanggil ke pengadilan di New York, Amerika Serikat, untuk disidang terkait tuduhan pengaturan harga buku elektronik (e-book).

INTERNASIONAL

Senin, 03 Jun 2013 15:12 WIB

Author

Agus Luqman

Apple Disidang Skandal Pengaturan Harga Ebook

Apple, Ebook, iPad, buku elektronik, Steve Jobs

KBR68H - Hari ini perusahaan Apple dipanggil ke pengadilan di New York, Amerika Serikat, untuk disidang terkait tuduhan pengaturan harga buku elektronik (e-book).

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menggugat Apple di sidang pengadilan tanpa juri, yang diketuai Hakim Pengadilan Distrik New York Selatan, Denise Cote.

Dalam sidang praperadilan, Hakim Denise Cote sudah menunjukkan indikasi tidak berpihak pada perusahaan pembuat iPad tersebut.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengajukan gugatan antimonopoli, pada April tahun lalu. Menurut penggugat, perusahaan Apple dan lima penerbit berkonspirasi menaikkan harga buku elektronik. Lima penerbit itu adalah Penguin Group, HarperCollins, Simon & Schuster, Hachette dan Macmillan.

Kementerian Kehakiman menggugat agar Apple dan lima penerbit berkolusi untuk melawan perusahaan penerbit lain yaitu Amazon, yang memasang harga awal pada kebanyakan buku elektroniknya seharga $9,99 (Rp97 ribu) pada akhir 2007.

Pada saat itu, seiring dengan meningkatnya popularitas peranti pembaca buku elektronik Amazon Kindle, Amazon menjadi pemain dominan di pasar ebook---sekitar 90 persen dari market share pada 2009.

Saat Amazon mendominasi pasar ebook, Apple dituduh berkonspirasi dengan lima perusahaan penerbit untuk mengatur harga di pasaran. Sistem ini disebut 'model agensi'.

Jaksa penuntut menilai kesepakatan ini membuat Apple meraih keuntungan penjualan melalui software iBook yang terpasang dalam produk-produk buatan mereka, seperti iPad, iPhone dan lain-lain. Praktik pengaturan harga ini diperkirakan mencegah pesaingnya yaitu Amazon untuk mengubah harga ke yang lebih rendah.

Pengadilan New York diperkirakan akan menghadirkan kesaksian dari para pejabat tinggi perusahaan penerbit tersebut. Pengadilan juga akan menjadikan kutipan salah satu pendiri Apple, Steve Jobs dalam biografinya sebagai bukti.

Dalam biografi resminya, Steve Jobs mengatakan, "Kami akan ke agensi, dimana Anda menentukan harganya, dan kami mendapatkan 30 persen keuntungan. Dan ya, pelanggan akan membayar lebih banyak. Tapi begitulah yang Anda inginkan." Steve Jobs menyebut strategi ini sebagai 'gerakan Aikido'. (BBC/PC World)

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending