Jenazah Pasien Covid-19 Dibedah, Ini Temuannya

"Studi ini sudah disetujui oleh institusi pengawas setempat, dan sudah mendapat persetujuan tertulis dari keluarga terdekat jenazah," kata tim peneliti medis Jerman.

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 26 Mei 2020 14:02 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jenazah Pasien Covid-19 Dibedah, Ini Temuannya

Ilustrasi: Petugas hendak memakamkan jenazah PDP Covid-19 di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (4/5/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Data Johns Hopkins University menunjukkan sampai Selasa (26/5/2020) sudah ada sekitar 346 ribu orang pasien Covid-19 yang meninggal di seluruh dunia.

Namun, tim peneliti medis dari Jerman yakni Schaller dan Claus menilai data penyebab kematian pasien Covid-19 sesungguhnya masih minim sampai sekarang. Karena itu, mereka melakukan autopsi atau pembedahan jenazah pasien Covid-19 di Jerman.

"Studi ini sudah disetujui oleh institusi pengawas setempat, dan sudah mendapat persetujuan tertulis dari keluarga terdekat jenazah," jelas Schaller dan Claus dalam laporan risetnya yang dipublikasikan di Journals of the American Medical Association (JAMA) pekan lalu (21/5/2020).


Kerusakan Paru-Paru

Schaller dan Claus melakukan autopsi terhadap 10 jenazah pasien positif Covid-19. Jenazah yang dibedah berusia antara 64-90 tahun. Sebagian jenazah berjenis kelamin laki-laki dan sebagian lainnya perempuan.

Sebelum meninggal mereka semua mengalami gejala demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Empat jenazah pernah dirawat dengan alat bantu pernapasan atau ventilator, sedangkan enam jenazah lainnya tidak pernah.

Meski dirawat dengan cara berbeda, hasil autopsi Schaller dan Claus menemukan bahwa semua jenazah itu mengalami kerusakan paru-paru.

"Dalam semua kasus ditemukan diffuse alveolar damage (kerusakan jaringan paru) dengan tingkatan berbeda-beda. Kerusakan ini tampak jelas di paru-paru bagian tengah dan bawah," kata Schaller dan Claus.

Dalam laporannya Schaller dan Claus memperlihatkan foto paru-paru jenazah yang mereka autopsi. Dan di foto itu memang terlihat permukaan paru jenazah yang berlubang-lubang, seperti kain yang bolong karena tersundut api rokok.

Dalam autopsi ini Schaller dan Claus tidak menemukan bukti bahwa Covid-19 menimbulkan peradangan pada organ lain seperti hati, jantung, dan sistem saraf. Namun, mereka menemukan bahwa virus penyebab penyakit ini yaitu SARS CoV-2 masih terus menempel pada saluran pernapasan jenazah.

"Kerusakan alveolar akut dan SARS CoV-2 pada saluran pernapasan adalah temuan dominan dan merupakan penyebab utama kematian pasien Covid-19," kata Schaller dan Claus.

"Karakteristik histologis (jaringan organ) pada pasien Covid-19 mirip dengan penyakit yang disebabkan infeksi virus Corona lainnya seperti SARS dan MERS," lanjut mereka.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati