Share This

Amerika dan Kuba Gagal Capai Kesepakatan

Pertemuan pejabat Amerika dan Cuba di Washington gagal mencapai perjanjian menyeluruh mengenai pembukaan kembali kedutaan kedua negara

, BERITA , INTERNASIONAL

Sabtu, 23 Mei 2015 13:35 WIB

Presiden Cuba Raul Castro/ Foto: Antara

Presiden Cuba Raul Castro

KBR, Cuba - Pertemuan pejabat Amerika dan Cuba di Washington gagal mencapai perjanjian menyeluruh mengenai pembukaan kembali kedutaan kedua negara dan memulihkan sepenuhnya hubungan diplomatik setelah terputus selama lebih dari 50 tahun.

Pejabat Departemen Luar Negeri Roberta Jacobson mengatakan ia masih optimistis bahwa perundingan itu akan diselesaikan tapi kedua pihak masih harus membahas lebih lanjut beberapa hal.

Jacobson dan rekannya dari Cuba, Josefina Vidal mengatakan "berfungsinya kedutaan-kedutaan itu" menjadi pokok bahasan dalam perundingan putaran ini. Vidal juga mengatakan meskipun tidak ada pengumuman mengenai perjanjian secara menyeluruh, para perunding terus membuat kemajuan.

Perundingan minggu ini merupakan kontak  tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak Presiden Obama dan Presiden Cuba Raul Castro bertemu dalam KTT Negara-negara Amerika di Panama bulan April lalu. Beberapa hari setelah pertemuan itu, Obama mengatakan hendak mencabut Cuba yang komunis dari daftar Amerika mengenai negara-negara pendukung teroris.

Kongres Amerika punyai waktu sampai tanggal 29 Mei untuk meninjau keputusan Presiden Obama mencabut Cuba dari daftar itu.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.