Kawasan Kumuh Ini Dihilangkan dari Film dan Peta Jepang

Alasannya, pemerintah ingin melindungi kawasan dan penduduknya dari paparan prasangka.

INTERNASIONAL

Jumat, 30 Mei 2014 19:46 WIB

Author

Vitri Angreni

Kawasan Kumuh Ini Dihilangkan dari Film dan Peta Jepang

Jepang, daeah kumuh, Kamagasaki, peta, film

KBR - Jepang dikenal sebagai salah satu negara termahal sekaligus negara paling kaya di dunia. Berbekal kemajuan teknologi dan etos kerja tinggi dari warga Jepang, tak heran kalau imaji modern dan mewah langsung melintas di kepala begitu kita menyebut kata "Jepang".

Tapi ada satu daerah yang sengaja dihilangkan Pemerintah Jepang dari peta. Dan ini terungkap dalam film "Fragile" yang diputar di Festival Film Asia Osaka pada Maret 2014 lalu. Film ini menampilkan adegan dari tempat bernama Kamagasaki, daerah kumuh terbesar di Jepang.

Film "Fragile" bercerita tentang bekas asisten sutradara TV yang datang ke Kamagasaki untuk membuat film tentang seorang anak remaja. Film ini mengeksplorasi gagasan apakah butuh keberhasilan dan kekayaan demi meraih kebahagiaan.

Tapi sutradara film "Fragile" Shingo Ota diminta oleh pejabat daerah Osaka Kazumitsu Oue untuk menghilangkan adegan yang menampilkan kawasan Kamagasaki itu. Alasannya, pemerintah ingin melindungi kawasan dan penduduknya dari paparan prasangka. Dengan masuknya Kamagasaki ke dalam film, pembuat film dianggap tidak sensitif terhadap keberadaan kawasan kumuh tersebut dan warganya.

Kamagasaki adalah rumah bagi 25 ribu warganya yang berprofesi sebagai buruh harian, ada juga yang pengangguran atau tunawisma. Di sana hanya satu dari tiga orang yang hidup sejahtera. Sebagian besar warga di sana adalah pria lajang yang tinggal di tempat penampungan gratis atau asrama murah, dengan biaya per malam Rp 80 ribu. Kawasan ini pun tidak tercantum dalam peta resmi Jepang.

Pemerintah Kota Osaka sebelumnya memberikan hibah sebesar 70 juta Rupiah kepada sutradara film asal film yang dibuatnya ini muncul di Osaka Film Festival. Ota mengaku sudah menawarkan diri untuk mengembalikan hibah tersebut, tapi ini ditolak oleh pemerintah dengan syarat Ota tak mengungkap detil permasalahan di balik pembatalan masuknya kawasan Kamagasaki dalam film. Pemerintah Osaka secara resmi tidak membolehkan nama Kamagasaki muncul dalam peta resmi negara dan menolak penggunaan nama kawasan kumuh tersebut di media.

Ota menolak permintaan Pemerintah Osaka dan akibatnya film "Fragile" hanya diputar untuk kalangan terbatas di Tokyo dan Osaka. Ota akan memasukkan film ini ke Festival Film Cannes. (AP, Japan Times)






Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945