Apa Kata Indonesia Soal Kudeta Militer Thailand?

KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyerukan agar angkatan bersenjata Thailand dan warga sipil di sana saling menahan diri. Ini menyusul aksi kudeta militer Thailand terhadap pemerintahan.

INTERNASIONAL

Jumat, 23 Mei 2014 07:59 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

Apa Kata Indonesia Soal Kudeta Militer Thailand?

thailand, bangkok, kerusuhan, burma

KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyerukan agar angkatan bersenjata Thailand dan warga sipil di sana saling menahan diri. Ini menyusul aksi kudeta militer Thailand terhadap pemerintahan.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengungkapkan Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan perkembangan di Thailand. Saat ini militer sudah mengambil alih pemerintahan 22 Mei kemarin. Ini karena krisis politik yang berkepanjangan.
 
“Tanpa bermaksud mencampuri perkembangan dalam negeri negara Thailand, sebagai bagian Masyarakat ASEAN, khususnya Masyarakat Politik Keamanan ASEAN, serta sesuai Piagam ASEAN yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional, maka perkembangan di Thailand tersebut patut menjadi kepedulian Indonesia bersama ASEAN," kata Marty dalam keterangannya Jumat (23/5).

Sementara itu, Indonesia akan berkomunikasi dengan Myanmar, selaku Ketua ASEAN, untuk menggalang kontribusi ASEAN dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi pemulihan situasi politik di Thailand.

"Dalam kaitan ini, Indonesia menyerukan kepada Angkatan Bersenjata Thailand dan berbagai elemen sipil terkait, agar bekerjasama dalam suasana rekonsiliatif untuk segera memulihkan situasi politik di Thailand," kata Marty.

Sebelumnya, militer Thailand sudah mengumumkan mengambil kendali atas pemerintahan. Dalam pernyataan yang disiarkan lewat televisi, Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Prayuth Chan-Ocha, mengatakan akan memulihkan ketertiban dan menerapkan reformasi politik.

Kudeta ini ditempuh setelah pernyataan keadaan darurat pada Selasa (22/05) menyusul krisis politik yang melanda negara itu sekitar enam bulan belakangan. Krisis politik Thailand berawal dari unjuk rasa di ibukota Bangkok tahun lalu yang menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri.

Pemerintahan pimpinannya dianggap dikendalikan oleh abangnya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang mengasingkan diri ke luar negeri setelah digulingkan dalam kudeta militer tahun 2006. Upaya PM Yingluck dengan menggelar pemilu dini tidak berhasil memecah kebuntuan politik setelah kubu oposisi memboikot pemungutan suara.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati