Bagikan:

Rusia Kirim Misil Antipesawat Udara untuk Pemerintah Suriah

KBR68H, Washington - Beberapa hari belakangan ini adalah hari-hari yang sulit bagi konflik Suriah dengan dikeluarkannya pengumuman tentang bantuan senjata bagi pemberontak dan pemerintah serta penundaan lagi upaya Amerika-Russia untuk mengadakan konferens

INTERNASIONAL

Rabu, 29 Mei 2013 08:51 WIB

Author

Yoni Puspandi

Rusia Kirim Misil Antipesawat Udara untuk Pemerintah Suriah

rusia, misil antipesawat, konflik suriah

KBR68H, Washington - Beberapa hari belakangan ini adalah hari-hari yang sulit bagi konflik Suriah dengan dikeluarkannya pengumuman tentang bantuan senjata bagi pemberontak dan pemerintah serta penundaan lagi upaya Amerika-Russia untuk mengadakan konferensi damai.

Inggris dan Prancis memperoleh kemenangan penting dalam pertemuan menteri-menteri luar negeri Uni Eropa dengan persetujuan tidak memperbaharui embargo yang menghalangi mereka mengirim senjata bagi pemberontak Suriah. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengumumkan keputusan itu setelah pertemuan sehari di Brussels.

Ia mengatakan setiap orang berusaha untuk mencari jalan bagaimana sebaiknya mendukung rakyat Suriah dan memastikan kita mendapat sebuah penyelesaian politik secepat mungkin.

Tapi para anggota Uni Eropa sepakat untuk tidak mengirim senjata apapun kepada pemberontak setidaknya sampai mereka melihat  apakah Amerika dan Russia berhasil mengadakan sebuah konferensi damai.

Wakil Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Ryabkov menanggapi keputusan Uni Eropa dengan menyebutnya “disayangkan” dan ia mengkonfirmasi bahwa pemerintahnya akan mengirim misil anti pesawat udara baru kepada pemerintah Suriah.

Sergei Ryabkov mengatakan Russia membela pemerintah yang  sudah ada berdasarkan kontrak yang berlaku dan misil-misil itu akan memungkinkan Suriah menanggapi ancaman udara, kemampuan yang sekarang tidak dimiliki pemberontak. Para analis mengatakan misil-misil itu dimaksudkan untuk mencegah serangan-serangan udara Israel lebih jauh dan kemungkinan campur tangan dari Eropa atau oleh Amerika.

Russia sudah memperoleh apa yang disebutnya perjanjian dalam “ prinsip” pemerintah Suriah setuju untuk mengirim seorang wakil. Tapi sebagian pihak oposisi masih menentang keras berbicara dengan pemerintah Suriah  atau memberi peran apapun kelak bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Kerry mengkonfirmasi mendapatkan komitmen dari semua pihak di Suriah adalah kesulitan utama. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7