covid-19

Peretas Cina Dituding Mencuri Rancangan Pembangunan Kantor Intelijen Australia

KBR68H, Washington - Para peretas Cina telah mencuri rancangan kantor intelijen yang sedang dibangun di Canberra.

INTERNASIONAL

Rabu, 29 Mei 2013 08:55 WIB

Author

Yoni Puspandi

Peretas Cina Dituding Mencuri Rancangan Pembangunan Kantor Intelijen Australia

peretas, cina, kantor intelijen, australia

KBR68H, Washington - Para peretas Cina telah mencuri rancangan kantor intelijen yang sedang dibangun di Canberra.

Australian Broadcasting Corporation atau ABC mengatakan peretasan itu telah dilacak ke sebuah server komputer di Cina. Rancangan gedung yang diretas itu menunjukkan informasi mengenai lokasi-lokasi server, sistim keamanan dan jaringan-jaringan komunikasi.

Sewaktu ditanya mengenai laporan itu, Perdana Menteri Australia Julia Gillard menyebut laporan itu “tidak akurat” dan “tidak berdasar” tapi tidak memberi rincian. Julia Gillard mengatakan ada sejumlah tuduhan peretasan yang tidak berdasar dalam laporan Four Corner.

Sebagaimana dikatakan Jaksa Agung,  ia dan direktur jendral Badan Intelijen Australia/ ASIO tidak ingin berkomentar lebih jauh mengenai laporan-laporan yang tidak akurat ini, sesuai dengan kebiasaan kedua pihak untuk tidak berkomentar mengenai masalah-masalah intelijen yang sangat spesifik.

Para pakar mengatakan jika dikonfirmasi pencurian itu akan mempermudah para peretas Cina memata-matai kegiatan di gedung ASIO yang biayanya mencapai 608 juta dolar itu.

Laporan yang tidak menyebut sumbernya itu mengatakan informasi tersebut  diperoleh melalui sebuah serangan internet pada sebuah kontraktor bangunan. Tidak disebutkan kapan serangan itu terjadi.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina Hong Lei menyebut laporan ABC itu “tidak berdasar” dan berkeras tidak ada bukti yang mengaitkan Cina dengan serangan itu.

Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr juga mengatakan tidak akan berkomentar mengenai masalah-masalah keamanan nasional. Ia berkeras laporan itu “sama sekali tidak berdampak” bagi kerjasama dengan Cina yang merupakan rekan dagang terbesar Australia. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7