Bagikan:

Iran Larang Dua Tokoh Maju sebagai Capres

KBR68H, Washington - Iran mengatakan sebuah lembaga konservatif telah melarang dua tokoh terkemuka mencalonkan diri dalam pemilu presiden bulan depan

INTERNASIONAL

Rabu, 22 Mei 2013 07:31 WIB

Author

Yoni Puspandi

Iran Larang Dua Tokoh Maju sebagai Capres

iran, pilpres, larang dua tokoh maju

KBR68H, Washington - Iran mengatakan sebuah lembaga konservatif telah melarang dua tokoh terkemuka mencalonkan diri dalam pemilu presiden bulan depan – bekas presiden berhaluan moderat Hashemi Rafsanjani dan tokoh konservatif yang memiliki kaitan dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Kementerian dalam negeri Iran mengatakan sebuah majelis beranggotakan ulama dan pakar hukum mencabut kedua politisi itu dari daftar final delapan kandidat yang disetujui untuk ikut pemilu 14 Juni. Ratusan orang tadinya mendaftar untuk menjadi calon presiden.

Juru bicara majelis itu mengatakan mereka akan mencabut bakal calon yang mereka anggap terlalu lemah secara fisik untuk melakukan tugas presiden. Banyak pengamat mengacu hal itu pada Rafsanjani, yang berusia 78 tahun.

Orang dekat Ahmadinejad, Esfandiar Rahim Mashaei, juga didiskualifikasi. Kaum ultra-konservatif pendukung Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei tadinya menentang keras pencalonan Mashaei dan Rafsanjani.

Daftar final calon didominasi para pendukung Pemimpin Agung yang ultra-konservatif. Ahmadinejad dan orang-orang dekatnya mengalami hubungan yang renggang dengan kaum ultra-konservatif setelah perebutan kekuasaan dengan ulama-ulama senior Iran selama bertahun-tahun. Konstitusi melarang presiden Iran itu mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?