McKinsey: Krisis Pandemi Covid-19 Serupa dengan Krisis Perubahan Iklim

"Pandemi ini mungkin merupakan gambaran kecil dari krisis akibat perubahan iklim, yang bisa mengguncang penawaran dan permintaan pasar, serta mengganggu rantai pasokan global."

BERITA | INTERNASIONAL

Rabu, 22 Apr 2020 15:04 WIB

Author

Adi Ahdiat

McKinsey: Krisis Pandemi Covid-19 Serupa dengan Krisis Perubahan Iklim

Pandemi Covid-19 membuat jalanan ke arah Las Vegas lengang hingga polusi udara jauh berkurang, Amerika Serikat, Kamis (9/4/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis di banyak sektor, mulai dari kesehatan, pariwisata, ketenagakerjaan, bahkan berpotensi memicu krisis ekonomi global.

Menurut lembaga konsultan manajemen multinasional McKinsey, krisis semacam itu jugalah yang bakal terjadi akibat perubahan iklim.

"Pandemi ini serupa dengan perubahan iklim, mereka menimbulkan ancaman fisik yang berdampak pada sosial-ekonomi," jelas McKinsey dalam Quarterly Insight April 2020.

McKinsey menilai selama ini pengusaha dan pemerintah hanya berusaha mengantisipasi ancaman buatan manusia, seperti krisis finansial, kebangkrutan bank, atau kejatuhan pasar saham.

Tapi sekarang, wabah Covid-19 menunjukkan bahwa dunia juga mesti bersiap menghadapi ancaman-ancaman lain yang belum terpahami.

"Pandemi ini mungkin merupakan gambaran kecil dari krisis akibat perubahan iklim, yang bisa mengguncang penawaran dan permintaan pasar, serta mengganggu rantai pasokan global," kata McKinsey.


Kesamaan Krisis Pandemi dan Perubahan Iklim

McKinsey memaparkan lebih lanjut bahwa pandemi dan perubahan iklim menimbulkan krisis yang sifatnya serupa, yakni:

  • Sistemik: satu kejadian bisa mempengaruhi kejadian lain, seperti pandemi Covid-19 yang ternyata bisa melemahkan harga minyak dunia dan pasar saham.
  • Non-stasioner: belum pernah terjadi di masa lalu, masalahnya terus berubah dan berkembang, hingga situasi masa depan sulit diprediksi.
  • Non-linier: risiko atau ancamannya bisa berlipat ganda di luar perhitungan wajar.
  • Berskala global: mempengaruhi populasi di berbagai belahan dunia.

"Keduanya (pandemi dan perubahan iklim) juga merupakan 'tragedi bersama', di mana tindakan individu bisa merugikan masyarakat luas. Pandemi maupun krisis iklim tak bisa diatasi tanpa kerja sama global," kata McKinsey.


Dunia Perlu Membangun Pola Pikir dan Perilaku Baru

Kendati punya banyak kesamaan, pandemi dan perubahan iklim tentu harus dihadapi dengan kebijakan berbeda.

Kebijakan pandemi perlu menitikberatkan pada perawatan kesehatan, sedangkan krisis iklim pada perawatan lingkungan.

Namun, McKinsey memandang ada juga solusi yang sejalan untuk dua masalah tersebut.

"Ada faktor yang bisa mengurangi risiko pandemi sekaligus mencegah krisis lingkungan, yaitu memangkas dan melokalisasi rantai pasokan, mengganti protein hewani dengan nabati, dan mengurangi pemakaian kendaraan," kata McKinsey.

"Kita juga perlu membangun pola pikir dan perilaku baru, seperti tetap bekerja dari rumah untuk mengurangi beban pencemaran lingkungan, atau lebih baik lagi, beralih ke sumber energi berkelanjutan," jelasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri