FAO: Ini Negara yang Rawan Krisis Pangan di Tengah Pandemi

Menurut laporan FAO, untuk periode April-Juni 2020 Indonesia tidak berisiko kekurangan stok pangan.

BERITA | NASIONAL | INTERNASIONAL

Selasa, 28 Apr 2020 14:42 WIB

Author

Adi Ahdiat

FAO: Ini Negara yang Rawan Krisis Pangan di Tengah Pandemi

Seorang perempuan menghitung uang kembalian setelah berbelanja di tengah kondisi lockdown Covid-19 di Afrika Selatan (7/4/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Ratusan juta orang di berbagai belahan dunia sudah mengalami kesulitan pangan, sebelum adanya wabah COVID-19.   

Menurut catatan Food Security Information Network (FSIN), kesulitan pangan paling banyak terjadi di daerah konflik. Faktor lainnya disebabkan cuaca ekstrem, atau terimbas guncangan ekonomi.

Dengan adanya pandemi Covid-19 sekarang ini, masalah pangan diperkirakan bakal kian meluas.

"Pandemi bisa meningkatkan kerawanan pangan akut di negara-negara yang bergantung pada impor pangan, ekspor minyak, pariwisata, dan kiriman uang dari luar negeri," kata FSIN dalam siaran persnya April 2020.


Daftar Negara Rawan Pangan

Food and Agriculture Organization (FAO) memaparkan lebih lanjut daftar negara rawan pangan dalam laporan Early Warning Early Action: Report on Food Security and Agriculture yang dirilis April 2020.

Menurut laporan itu, negara-negara yang berstatus 'high risk' atau berisiko tinggi krisis pangan selama periode April-Juni 2020 adalah:

Kawasan Afrika

  • Burkina Faso
  • Mali
  • Nigeria
  • Ethiophia

Kawasan Timur Tengah

  • Yaman
  • Suriah

Ada juga negara-negara dengan risiko menengah yang berstatus 'onwatch' atau dalam pengawasan, yakni:

Kawasan Afrika

  • Mauritania
  • Senegal
  • Liberia
  • Sierra-Leone
  • Kongo

Kawasan Asia Tenggara

  • Kamboja
  • Laos
  • Thailand
  • Vietnam


Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut laporan FAO, untuk periode April-Juni 2020 Indonesia tidak berisiko mengalami kerawanan pangan.

Namun, FAO menyebut negara-negara kawasan Asia Tenggara perlu mewaspadai gangguan pertanian akibat faktor cuaca.

"Menurut perkiraan badan meteorologi ASEAN, curah hujan di bawah rata-rata dan suhu tinggi akan terus terjadi sampai bulan Juni 2020. Dengan perkiraan yang mengarah pada kekeringan berkelanjutan, petani padi dan budidaya menjadi kelompok paling berisiko," kata FAO.

FAO merekomendasikan negara-negara Asia Tenggara menyiapkan langkah antisipasi, seperti merehabilitasi sumber air dan menyiapkan mata pencaharian alternatif bagi petani di musim kering.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Efektifkah Mini Lockdown ala Jokowi Tekan Kasus Covid-19?