PBB: Satu Juta Spesies Terancam Punah karena Ulah Manusia

Proyeksi tak menyenangkan ini disampaikan PBB lewat laporan ilmiah setebal 1.800 halaman tentang kondisi lingkungan hidup global.

RUANG PUBLIK | BERITA | INTERNASIONAL

Rabu, 24 Apr 2019 14:21 WIB

Author

Adi Ahdiat

PBB: Satu Juta Spesies Terancam Punah karena Ulah Manusia

Ilustrasi (Foto: Pixabay).

Sekitar satu juta spesies diperkirakan akan punah dalam beberapa dekade ke depan.

Proyeksi tak menyenangkan ini disampaikan PBB lewat laporan ilmiah setebal 1.800 halaman tentang kondisi lingkungan hidup global.

Laporan lengkapnya baru akan dirilis pada tanggal 6 Mei 2019 mendatang. Namun Robert Watson, staf PBB yang bertanggung jawab meringkas isi laporan tersebut, sudah “membocorkan” isinya kepada AFP.

Dalam wawancara dengan AFP, Watson menyebut bahwa tingkat keragaman hayati dunia mengalami penurunan yang sangat cepat. “Laju kehilangan (spesies) sudah puluhan hingga ratusan kali lebih tinggi daripada rata-rata selama 10 juta tahun terakhir," catatnya (23/4/2019).

Ancaman kepunahan spesies banyak dipengaruhi oleh alih fungsi lahan alami, perburuan makanan, perdagangan hewan ilegal, perubahan iklim, polusi, serta invasi spesies asing seperti tikus, nyamuk dan ular ke wilayah-wilayah yang bukan habitat aslinya.

Pertumbuhan populasi manusia dan peningkatan konsumsi juga menjadi faktor yang berpengaruh besar.

"Kita perlu menyadari bahwa perubahan iklim dan kerusakan alam itu sama pentingnya, tak hanya untuk lingkungan, tapi juga sebagai masalah pembangunan dan ekonomi," tambah Robert.


Jika dilihat dari peta di atas, penurunan biodiversitas paling banyak terjadi di Amerika Serikat, Meksiko, Argentina, Brasil, negara-negara di Afrika bagian utara dan selatan, negara-negara Asia Barat, negara-negara Eropa, Tiongkok, serta Australia, yang kerusakannya berkisar antar 10 persen hingga di atas 40 persen.

Indonesia sendiri keanekaragaman hayatinya masih tergolong cukup "baik", di mana kerusakannya masih di kisaran 10 – 20 persen.

Mayoritas kerusakan biodiversitas terjadi di pulau Jawa dan Sumatera yang padat oleh manusia.

Sedangkan Kalimantan, Sulawesi dan Papua terlihat masih cukup banyak memiliki area biru (kerusakan nol persen).


Masalah Penting Lainnya

Terkait dengan ancaman kepunahan spesies, Robert Watson juga mencatat sejumlah masalah lain yang layak mendapat perhatian warga dunia, yakni:

1. Tiga perempat permukaan daratan, 40 persen lingkungan laut, dan 50 persen perairan dalam di seluruh dunia sudah jauh berubah dari kondisi alaminya.

2. Perubahan kondisi alam ini sangat mengancam, terlebih bagi komunitas adat dan masyarakat miskin.

3. Saat ini ada lebih dari dua miliar orang yang bergantung pada bahan bakar kayu, empat miliar orang bergantung pada obat-obatan alami

4. Lebih dari 75 persen tanaman pangan global membutuhkan peran hewan untuk penyerbukan atau reproduksinya.

5. Hampir setengah ekosistem alami di darat dan lautan global sudah digarap dan “dikotori” oleh tangan manusia.

6. Subsidi untuk industri pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan, dan produksi biofuel telah mendorong produksi limbah serta memicu konsumsi berlebihan.


(Sumber: www.afp.com)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum