Share This

Protes Aturan Diskriminatif bagi Transgender, Springsteen Batalkan Konser

Bintang Rock kawakan, Bruce Springsteen membatalkan konsernya sebagai bentuk protes atas peraturan baru yang dinilai diskriminatif terhadap kelompok transgender.

BERITA , INTERNASIONAL

Sabtu, 09 Apr 2016 11:55 WIB

Musisi Rock, Bruce Springsteen. (Foto: Reuters)

KBR - Bintang Rock kawakan, Bruce Springsteen membatalkan konsernya sebagai bentuk protes atas peraturan baru yang dinilai diskriminatif terhadap kelompok transgender. Aturan tersebut melarang transgender memilih toilet sesuai dengan identitas gender pilihan mereka.

Springsteen, yang dikenal kerap menyampaikan kritik dan sikap politiknya melalui lirik serta aksi panggungnya itu mengungkapkan, pembatalan konser adalah jalan terkuat baginya untuk menunjukkan keberpihakan.

"Beberapa hal kadang lebih penting dibanding pertunjukan rock dan pembatalan ini merupakan bentuk perlawanan saya terhadap prasangka dan kelompok fanatik--semua yang ada di tulisan saya--adalah salah satu dari mereka," tulisnya dalam sebuah pernyataan melalui daring.

Dia menambahkan, para penggemar akan menerima pengembalian uang tiket konser yang sebelumnya dijadwalkan terselenggara pada Minggu, di Greensboro, North Carolina.
 
Undang-undang yang disahkan pada 23 Maret lalu oleh negara bagian North Carolina, Amerika Serikat itu juga mendapat pertentangan dari sebagian warga, sebab dinilai menjadi bentuk diskriminasi terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Menurut catatan Konferensi Nasional Badan Legislatif, tahun ini tercatat lebih dari 12 negara memiliki undang-undang yang bakal membatasi akses toilet bagi kelompok transgender. (Reuters)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.