Di Amerika, Belanja Online Akan Dikenai Pajak

KBR68H, Washington - Pengguna internet Amerika yang kerap berbelanja secara online kini harap-harap cemas dengan RUU yang sedang dibahas anggota legislatif mengenai pajak penjualan online.

INTERNASIONAL

Jumat, 26 Apr 2013 08:44 WIB

Author

Nurviana Mubtadi

Di Amerika, Belanja Online Akan Dikenai Pajak

belanja online, amerika, pajak

KBR68H, Washington - Pengguna internet Amerika yang kerap berbelanja secara online kini harap-harap cemas dengan RUU yang sedang dibahas anggota legislatif mengenai pajak penjualan online.  RUU pajak penjualan  online mendukung negara-negara bagian mensyaratkan pengecer online menarik pajak penjualan negara bagian dan lokal untuk pembelian yang dilakukan lewat internet.

Berdasarkan UU yang ada sekarang, negara bagian hanya mewajibkan toko-toko menarik pajak penjualan apabila bangunan fisik toko itu berada di negara bagian tersebut. Akibatnya banyak penjualan online tidak kena pajak dan sangat menguntungkan pengecer di internet dibandingkan toko riil.

Beberapa hari lalu, Senat melakukan voting 74 lawan 20 untuk membahas RUU itu. Jika dukungan terus berlanjut Senat bisa mengesahkan RUU itu dalam minggu ini.

Para pendukung RUU itu mengatakan RUU tersebut adil bagi usaha dan pendapatan pajak negara bagian yang hilang. Para penentangnya mengatakan RUU itu akan memberlakukan peraturan rumit pada pengecer yang tidak mendapat perlindungan cukup terutama bagi usaha kecil. Usaha yang berpendapatan kurang dari satu juta dolar dalam setahun akan dikecualikan.

Pimpinan dan CEO Federasi Pengecer Nasional Matthew Shay mengatakan, sementara toko-toko yang berbasis di masyarakat bersaing mendapat pelanggan dalam banyak hal termasuk layanan dan seleksi, toko-toko itu tidak bisa bersaing dalam pajak penjualan. Kongres perlu membahas  perbedaan ini.

Di banyak negara bagian, pembeli diwajibkan membayar pajak penjualan yang terutang  sewaktu belanja online pada saat mempersiapkan pajak pendapatan negara bagian mereka.  Namun negara-negara bagian mengeluhkan hanya sedikit yang mematuhinya.

Presiden Barack Obama mendukung RUU itu. Pemerintahnya mengatakan RUU itu akan membantu memulihkan dana yang diperlukan bagi pendidikan, polisi dan pemadam kebakaran, jalan-jalan dan jembatan serta layanan kesehatan.(VOA)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes