Mereka yang Sembuh dari Covid-19

Menurut data Johns Hopkins CSSE, kini sudah ada sekitar 48 ribu pasien Covid-19 yang diklaim sembuh. Tapi dalam beberapa kasus, mereka ternyata bisa kembali terinfeksi.

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 03 Mar 2020 13:55 WIB

Author

Adi Ahdiat

Mereka yang Sembuh dari Covid-19

Ilustrasi: Petugas medis memberi terapi untuk pasien COVID-19 di rumah sakit di Wuhan, Cina, Senin (24/2/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

 

KBR, Jakarta- Data yang dihimpun Johns Hopkins CSSE, sampai Rabu siang (3/3/2020) menunjukkan Covid-19 sudah menjangkiti lebih dari 90 ribu orang di seluruh dunia dan menewaskan sekitar tiga ribu orang.

Johns Hopkins CSSE juga mencatat ada sekitar 48 ribu pasien Covid-19 yang diklaim sembuh.

Klaim kesembuhan itu datang dari berbagai negara seperti Cina, Amerika Serikat, Spanyol, Kanada, Filipina, dan belasan negara lainnya.

Data jumlah pasien Covid-19  yang diklaim sembuh beserta negara asalnya dapat dilihat di tautan ini.


Kasus Kesembuhan Berbeda-Beda

Pasien Covid-19  yang diklaim sembuh mendapat penanganan medis yang berbeda beda. Seorang nenek di Cina misalnya, dinyatakan sembuh setelah diberi terapi antivirus yang belum disebutkan jenisnya.

Dalam kasus lain, ada juga seorang pemuda warga negara Kamerun yang kuliah di Cina, dinyatakan sembuh dari Covid-19  setelah diberi antibiotik dan obat HIV.

"Karena saat ini belum ada terapi antivirus yang diketahui efektif untuk Covid-19, WHO memprioritaskan investigasi terapi dan mengembangkan protokol uji klinis acak yang dapat digunakan dan diadaptasi di tingkat nasional," kata WHO dalam laporannya, Minggu (1/3/2020).

"Ada banyak uji klinis yang sedang berjalan untuk mengevaluasi sejumlah jenis terapi, termasuk agen (vaksin) prioritas seperti Ritonavir/Lopinavir dan Remdesivir," lanjut WHO.

WHO  sampai Rabu (3/3/2020) belum mengeluarkan pengumuman resmi bahwa Covid-19  bisa disembuhkan sepenuhnya.


Pasien Covid-19  yang Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi 

Dalam beberapa kasus, pasien yang sudah dinyatakan sembuh ternyata bisa kembali terinfeksi. Di Cina misalnya, seorang pasien Covid-19  yang sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit ternyata 'kambuh' lagi setelah 10 hari.

Hal serupa juga ditemukan di Jepang. Ada seorang perempuan yang sudah dinyatakan sembuh, tapi terinfeksi lagi setelah sepekan pulang ke rumah.

Menurut sejumlah peneliti Cina, kasus-kasus seperti itu menunjukkan bahwa rumah sakit perlu mengevaluasi standar kesembuhan Covid-19 .

"Empat pasien Covid-19 yang memenuhi kriteria untuk keluar rumah sakit atau menghentikan karantina di Cina, memiliki hasil tes RT-PCR positif (kembali terinfeksi) 5 sampai 13 hari kemudian," kata mereka dalam laporan penelitian yang dilansir portal riset medis JAMA Network, Kamis (27/2/2020).

"Temuan ini menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari pasien yang sembuh masih menjadi pembawa virus."

"Kriteria (pasien Covid-19 ) yang boleh keluar dari rumah sakit atau menghentikan karantina mungkin perlu dievaluasi kembali," lanjut mereka.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11