Jurus Korsel Lawan Corona: Tes Massal sampai Buka Lapangan Kerja

Kemampuan Korsel menggelar tes Covid-19 secara massal dan gratis perlu dicontoh negara-negara lain.

BERITA | NASIONAL | INTERNASIONAL

Rabu, 18 Mar 2020 14:08 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jurus Korsel Lawan Corona: Tes Massal sampai Buka Lapangan Kerja

Di Seoul, Korea Selatan, warga bisa mengikuti tes Covid-19 secara gratis di klinik 'drive-through', Selasa (3/3/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta - Korea Selatan (Korsel) mendapat banyak apresiasi terkait kesigapannya menangani wabah Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Apresiasi itu salah satunya datang dari Gavin Yamey, profesor sekaligus pimpinan Pusat Kebijakan Kesehatan Global di Universitas Duke, Amerika Serikat.

Yamey menilai kemampuan Korsel menggelar tes Covid-19 secara massal dan gratis perlu dicontoh negara-negara lain.

"Korsel sudah melakukan 12.000-15.000 tes (Covid-19) per hari, dan punya kemampuan untuk melakukan hingga 20.000 tes per hari," tulis Yamey di TIME, Selasa (17/3/2020).

"Tes itu memungkinkan klinik dan rumah sakit mempersiapkan diri lebih baik, karena mereka tahu berapa banyak kasus (Covid-19) yang harus ditangani."

"Dan yang terpenting, tes (Covid-19) membantu kita melacak di mana virus itu berada, dan di mana kita harus memusatkan upaya untuk mengontrolnya. Ini (tes massal) bisa mengidentifikasi pusat penyebaran infeksi," lanjut Yamey.


Mengamankan Stok Alat Medis dan Lapangan Kerja

Bukan hanya tes massal, Korsel juga punya strategi terpadu untuk mengatasi dampak turunan wabah Covid-19, seperti menipisnya stok perlengkapan medis dan hilangnya mata pencaharian warga.

Dalam instruksi harian Kementerian Kesehatan Korsel yang dirilis rabu (18/3/2020) misalnya, pemerintah Korsel mengumumkan akan melakukan hal-hal berikut:

  • Menjamin stok alat perlindungan untuk pekerja medis.
  • Meningkatkan produksi alat perlindungan medis, dengan mengembangkan industri dalam negeri dan membuka lapangan kerja.
  • Mengamankan stok masker N95 sebanyak 2 juta unit pada Maret 2020.
  • Mengamankan stok masker pelindung sebanyak 3 juta unit pada April 2020.
  • Meminta warga dan pendatang mengontrol kesehatan pribadi lewat Self-Diagnosis Mobile App, yang bisa memudahkan pemerintah untuk memantau kondisi mereka.


Strategi Penanganan Covid-19 di Indonesia?

Indonesia nampaknya belum memiliki strategi penanganan Covid-19 yang terpadu seperti Korsel.

Pemerintah Indonesia memang sudah melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas-fasilitas publik di berbagai daerah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah menyediakan hotline 119 dan menerbitkan Protokol Isolasi Diri untuk warga.

Namun sampai hari ini, Rabu (18/3/2020) Kemenkes belum mengumumkan langkah-langkah pasti terkait:

  • Rencana tes Covid-19 massal;
  • Strategi pengamanan stok alat medis, dan;
  • Perlindungan warga yang kehilangan mata pencaharian.

Dalam dua pekan belakangan Kemenkes baru melakukan pemeriksaan Covid-19 terhadap sekitar 1.200 orang. Jauh di bawah Korsel yang mampu memeriksa hingga 20.000 orang per hari.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Instagram Perketat Aturan Soal Iklan

Kabar Baru Jam 7

Menakar Tawaran Pembangkangan Sipil terhadap Undang-undang Cipta Kerja

Masa Depan Anak Broken Home

Kabar Baru Jam 8