Share This

PM Kamboja Dituding Beli Like Facebook

Halaman Facebook Hun Sen menjadi salah satu yang paling cepat berkembang dan populer.

BERITA , INTERNASIONAL

Jumat, 18 Mar 2016 11:35 WIB

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen (Foto: Reuters)

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen (Foto: Reuters)

KBR - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen membantah telah membeli sejumlah “like” untuk halaman Facebook-nya. Saat ini, halaman Facebook Hun Sen, dibuat pada September lalu, telah mendapatkan 3.2 juta “likes”. Ini menjadi salah satu halaman Facebook milik politisi yang paling cepat berkembang dan populer.

Tudingan membeli “like” muncul dari rival politiknya, Sam Rainsy. Rainsy menuding Hun Sen menyewa orang asing untuk membuat akun Facebook palsu untuk meningkatkan popularitas halaman Facebook milik Hun Sen. Dugaan ini muncul setelah harian Phom Penh Post melaporkan kalau hampir separuh dari jumlah “like” di Facebook tersebut berasal dari akun di luar negeri, terutama dari India.

Halaman Facebook milik Sam Rainsy sendiri memiliki hampir 2,3 juta “like” dan sebagian besar berasal dari akun Facebook di Kamboja.

Hun Sen menjawab tudingan itu dengan menyebut Sam Rainsy sebagai sosok yang “kalah”. Kata Hun Sen,”Rainsy adalah seorang yang kalah, tapi tidak siap untuk kalah.” Hun Sen mengaku tidak membeli “like” dari India. “Tapi saya, Hun Sen, cukup senang bahwa saya diakui oleh orang-orang India dan orang dari negara lain sebagai Perdana Menteri Kamboja.”

Analis menyebut langkah Hun Sen menggerakkan media sosial sebagai upaya untuk merebut hati pemilih muda. Kamboja akan menggelar pemilu nasional pada 2018 mendatang. Hun Sen berniat memperpanjang masa kekuasaannya menjadi lebih dari 30 tahun.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.