Share This

Pemuda Mesir yang Ditahan Tanpa Pengadilan, Akhirnya Diputus Bebas

Keluarganya menduga Mahmoud Mohammed Ahmed ditangkap, gara-gara mengenakan kaos penentangan atas penyiksaan dengan tulisan sebuah bangsa tanpa penyiksaan.

BERITA , INTERNASIONAL

Minggu, 27 Mar 2016 18:01 WIB

Ilustrasi demo Hosni Mubarak. Antara Foto

KBR - Pengadilan di ibu kota Mesir, Kairo memerintahkan pembebasan dengan jaminan terhadap seorang pria yang ditahan tanpa pengadilan selama hampir dua tahun. Keluarganya menduga Mahmoud Mohammed Ahmed ditangkap, gara-gara mengenakan kaos penentangan atas penyiksaan dengan tulisan sebuah bangsa tanpa penyiksaan.

Dia ditangkap ketika masih berusia 18 tahun saat menghadiri aksi unjuk rasa memperingati tiga tahun jatuhnya penguasa Mesir, Hosni Mubarak, pada tanggal 15 Januari 2014. Kasusnya menjadi perhatian di kalangan para pegiat hak asasi internasional, yang mengkritik dakwaan atasnya.

Ahmed didakwa karena ikut serta dalam unjuk rasa gelap, memiliki bahan peledak, dan memberi uang kepada orang lain agar ikut dalam aksi unjuk rasa. Hakim menyatakan bahwa jaksa penuntut tidak bisa mengajukan banding atas keputusan nya sehingga Ahmed harus bebas dengan jaminan setara Rp3 juta.

Sejak putusan 24 Maret lalu, belum jelas kapan persisnya Ahmed akan dikeluarkan dari tahanan karena tergantung pada kepolisian yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri. (BBC)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.