Share This

Menyeduh Kopi Melalui Telepon Pintar?

Sebuah mesin kopi yang dilengkapi bluetooth dan aplikasi.

BERITA , INTERNASIONAL , INTERMEZZO

Sabtu, 05 Mar 2016 12:50 WIB

Biji Kopi Sigi (Tosca Santoso)

KBR - Pernahkah Anda merasa malas beranjak dari tempat tidur untuk menyeduh secangkir kopi? Barangkali kini Anda tak perlu khawatir, sebab Nespresso--sebuah mesin penyeduh kopi--baru saja meluncurkan teknologi baru untuk menyelesaikan masalah tadi.

Nespresso Prodigio, sebuah mesin kopi yang dilengkapi bluetooth dan aplikasi. Sehingga, pengguna bisa mengatur jadwal seduh, meminta menyeduh kopi, mengecek persediaan biji kopi dan sebagainya, dengan lebih mudah melalui telepon pintar. Cukup dengan menyentuh layar telepon genggam, kopi akan siap dinikmati setelah Anda selesai mandi atau ketika hampir tiba di rumah.

Teknologi ini memiliki tiga pengaturan. Di antaranya, Ristretto, menghasilkan espresso dengan air lebih sedikit; espresso normal dan lungo, yakni espresso dengan lebih banyak air.

Manajer Direktur Nespresso, Francisco Noguiera mengatakan, teknologi terbaru ini dipersembahkan bagi para konsumen pecinta kopi. Teknologi ini, kata dia, diklaim sebagai mesin pertama yang memberikan pengalaman menyenangkan dan menarik dalam menikmati kopi. Untuk menikmati teknologi ini, Anda harus merogoh kocek senilai 249 USD atau sekitar 3,2 juta Rupiah. (New York Daily News) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.