Share This

Indonesia Kecam Serangan Teror di Brussels

KBRI Antisipasi Adanya WNI yg Jadi Korban

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 23 Mar 2016 08:25 WIB

Ledakan bom di Belgia (Foto: Antara)

Ledakan bom di Belgia (Foto: Antara)

KBR - Indonesia mengecam keras aksi teror di beberapa lokasi di Brussels, Belgia,  pada Selasa (22/3/2016) yang menewaskan sedikitnya 30 orang.

Dalam keterangan pers Departemen Luar Negeri Indonesia, diketahui bahwa hingga saat ini belum ada laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam serangan teror tersebut.  Tetapi KBRI Brussels terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit setempat, untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.

KBRI Brussels juga terus berkomunikasi dengan berbagai komunitas Indonesia di Belgia dan menghimbau WNI di negara itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah-wilayah yang dapat menjadi target.

KBRI membuka nomor telfon hotline 24 jam di nomor +32478957214 dan +32478405728. 

Berdasarkan catatan KBRI Brussels, saat ini terdapat 1.200 WNI di Belgia. Sekitar 400 orang WNI berada di daerah Brussels dan terdiri dari mahasiswa dan pekerja profesional.

Sebelumnya dalam keterangan pers di Brussels, PM Belgia Charles Michel mengatakan, ada beberapa warga asing yang menjadi korban tewas dan luka-luka, dan kini berkoordinasi dengan sejumlah kedutaan yang mencari informasi tentang nasib warga negara mereka. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.