WHO: Perlu Dana Rp 16 Triliun untuk Mengatasi TBC

KBR68H, Washington - Menangani wabah TBC merupakan salah satu dari delapan

INTERNASIONAL

Selasa, 19 Mar 2013 07:56 WIB

Author

Eva Mazrieva

WHO: Perlu Dana Rp 16 Triliun untuk Mengatasi TBC

WHO, TBC

KBR68H, Washington - Menangani wabah TBC merupakan salah satu dari delapan “Tujuan Pembangunan Milenium” yang disepakati oleh anggota-anggota PBB supaya terwujud selambat-lambatnya tahun 2015.

Sejak tahun 2006, jumlah kasus TBC baru setiap tahun telah menurun dan jumlah kematian terkait TBC diperkirakan akan turun 50% selambat-lambatnya tahun 2015.

Tetapi menurut WHO, pada tahun 2011 masih terdapat sekitar 8,7 juta penderita baru dan 1,4 juta orang meninggal akibat TBC.

Bahkan kekebalan TBC terhadap beragam obat meningkatkan ancaman penyakit itu.

Mario Raviglione – Direktur WHO pada Departemen “Stop TBC” mengatakan setiap tahun ada 2% penurunan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC.

 “Kami tidak melihat penurunan tajam jumlah penderita TBC dari tahun ke tahun secara cepat”kata Mario.

Dua kawasan – Eropa dan Afrika – tidak akan bisa mengurangi angka kematian akibat TBC hingga separuhnya pada tahun 2015/ yang merupakan tujuan PBB.

Mario Raviglione mengatakan di Eropa Barat dan Amerika Utara, terdapat rata-rata sekitar 5-6 penderita TBC per 100 ribu orang.  Jumlah di Afrika – yang memiliki angka kematian akibat TBC terbesar – jumlahnya lebih tinggi lagi.

 “Di Afrika bagian selatan – seperti Afrika Selatan, Swaziland, Lesotho dan lain-lain terdapat 1000 penderita per 100 ribu  jiwa – atau jauh lebih tinggi dibanding yang terdapat di negara-negara kaya”ujarnya.

Dua organisasi yang berkantor di Jenewa menyelenggarakan konferensi pers hari Senin membahas perlunya pendanaan untuk melawan krisis TBC.

Mereka mengatakan internasional dibutuhkan tambahan 1,6 milyar dollar dana setiap tahun untuk perawatan dan pencegahan penyakit ini. Dengan mengisi kesenjangan tersebut, pihaknya berharap perawatan dapat diberikan bagi 17 juta pasien TBC dan pasien yang kebal beragam obat TBC dan menyelamatkan enam juga nyawa antara tahun 2014 hingga 2016. (VOA)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17