Profesor Harvard: Virus COVID-19 Bisa Menyebar ke 40-70 Persen Warga Dunia

"Saya pikir, kemungkinan besar (penyebaran virus COVID-19) pada akhirnya tak bisa ditahan," kata Marc Lipsitch, profesor epidemiologi dari Universitas Harvard.

BERITA | NASIONAL | INTERNASIONAL

Kamis, 27 Feb 2020 14:06 WIB

Author

Adi Ahdiat

Profesor Harvard: Virus COVID-19 Bisa Menyebar ke 40-70 Persen Warga Dunia

Petugas menyemprot disinfektan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di pasar tradisional di Seoul, Korea Selatan, Rabu (26/2/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Marc Lipsitch, profesor epidemiologi dari Universitas Harvard, memprediksi virus penyebab COVID-19 bisa menyebar ke 40-70 persen warga dunia dalam setahun ke depan.

Prediksi itu diutarakan Lipsitch dalam wawancara dengan media Amerika Serikat (AS) The Atlantic, Senin (24/2/2020).

"Saya pikir, kemungkinan besar (penyebaran virus COVID-19) pada akhirnya tak bisa ditahan," kata Lipsitch kepada The Atlantic.


Virus COVID-19 Sulit Diisolasi

Lipsitch menjelaskan, langkah pertama menangkal penyebaran segala jenis virus adalah containment atau pengisolasian orang-orang yang terjangkit.

Namun, ia menilai virus COVID-19 ini sulit diisolasi, karena orang-orang yang terjangkit kerap tidak menunjukkan gejala sakit spesifik dan sulit diidentifikasi.

"Januari (2020) Cina sudah menutup area yang luas, mencakup area di luar kota Wuhan hingga mengisolasi sekitar 100 juta orang. Warga dilarang meninggalkan rumah dan dipantau dengan drone jika mereka tertangkap di luar rumah. Tapi, sekarang virus ini telah muncul di 24 negara," jelas Lipstich kepada The Atlantic.

Kendati virus COVID-19 berpotensi terus menyebar, Lipsitch memperkirakan tak semua orang yang terjangkit akan mengalami sakit parah.

"Kemungkinan, banyak orang akan mengalami penyakit ringan, atau mungkin asymptomatic (tanpa gejala)," kata Lipsitch.

"Seperti halnya influenza, seringkali mengancam nyawa orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis atau yang berusia lanjut, kebanyakan kasus bisa berlalu tanpa penanganan medis," lanjutnya.


Kasus di Luar China Meningkat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sampai hari ini kasus terkonfirmasi secara global sebanyak 81 ribu lebih, dengan penambahan 871 kasus baru. Rinciannya 450-an kasus baru terjadi di 37 negara di luar China dan 400-an kasus bertambah di China.

WHO mencatat, pertambahan kasus di luar China lebih banyak dibandingkan China sebagai episentrum pertama virus sejak kasus pertama terdeteksi pada Desember 2019. Empat negara baru yang melaporkan kasus COVID-19 adalah Algeria, Kroasia, Austria, dan Swiss. Algeria merupakan negara dari kawasan Afrika pertama yang mencatatkan kasus positif virus corona jenis baru COVID-19.


Editor: Sindu Dharmawan
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Protokol Kesehatan Haji di Tengah Pandemi, Jamaah Dilarang Pegang Ka'bah

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

PDKT Paling Ampuh ala Industri Rokok